Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan penggunaan Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi siswa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran dan infrastruktur pendidikan pascabanjir yang melanda wilayah Sumatera.
Kunjungan dilakukan di SMA Negeri 2 Mereudeu, Kabupaten Pidie Jaya, pada Senin, 9 Maret. Dalam agenda tersebut, Abdul Mu'ti menyapa siswa, menyerahkan bantuan buku dan peralatan sekolah, serta meresmikan enam unit RKD.
"Saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya," kata Abdul Mu'ti.
Enam RKD tersebut dibangun sebagai solusi sementara sambil menunggu rekonstruksi gedung utama sekolah yang rusak akibat bencana. Mendikdasmen menyatakan pemerintah terus mengupayakan agar proses rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilaksanakan.
"Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran," ujarnya.
Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, menyampaikan bahwa sekolahnya termasuk yang paling parah terdampak banjir pada akhir November 2025. Ia menyatakan rasa syukur atas peresmian enam RKD yang berlangsung di bulan Ramadhan.
"Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan rasa syukur peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu'ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya," kata Muhammadiah.
Menurut Muhammadiah, SMA Negeri 2 Mereudeu juga akan mendapatkan pembangunan gedung sekolah baru. Pembangunan itu akan dilakukan oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Seluruh bangunan lama sekolah disebut akan diratakan terlebih dahulu sebelum dibangun kembali sesuai desain bangunan baru.
Para siswa menyambut keberadaan RKD karena memungkinkan kegiatan belajar kembali berlangsung di ruang kelas. Salah satu siswi, Israqiah, mengatakan sebelum RKD tersedia, kegiatan belajar dilakukan secara sederhana di tenda darurat dengan alas kain terpal.
"Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas," ujar Israqiah.
Siswi lainnya, Ziadatul Una, menyebut kembali belajar di ruang kelas menjadi harapan para siswa sejak bencana terjadi. "Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga membagikan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 sebesar Rp25 juta. Di Kabupaten Pidie Jaya, terdapat total 21 Ruang Kelas Darurat yang tersebar di lima sekolah.
Secara nasional, hingga 6 Maret 2026, Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan 1.642 sekolah dengan total nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun.

