BERITA TERKINI
Mendikdasmen Resmikan Enam Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya untuk Pemulihan Pendidikan Pascabanjir

Mendikdasmen Resmikan Enam Ruang Kelas Darurat di Pidie Jaya untuk Pemulihan Pendidikan Pascabanjir

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir 2025 tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga proses pembelajaran sempat berlangsung dalam kondisi darurat.

Untuk menjaga keberlanjutan pendidikan di daerah terdampak, pemerintah menempuh langkah percepatan pemulihan, salah satunya melalui pembangunan ruang kelas darurat. Langkah ini ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 2 Mereudeu, Abdul Mu’ti meresmikan enam ruang kelas darurat yang dibangun untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Ia juga menyapa peserta didik, menyerahkan bantuan buku pembelajaran, serta memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar meski masih menghadapi keterbatasan pascabencana.

“Saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” kata Abdul Mu’ti dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Abdul Mu’ti, ruang kelas darurat tersebut bersifat sementara dan akan digunakan hingga rekonstruksi gedung sekolah selesai. Ia menyebut, setelah bangunan utama kembali berdiri, ruang kelas darurat dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang mendukung proses pembelajaran, seperti kantin.

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, menyatakan sekolahnya termasuk yang terdampak paling parah akibat banjir pada akhir November 2025. Ia menyampaikan apresiasi atas peresmian enam ruang kelas darurat, terlebih dilakukan dalam suasana bulan Ramadhan.

“Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan rasa syukur peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu'ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya,” ujar Muhammadiah.

Ia juga mengatakan SMA Negeri 2 Mereudeu masuk dalam daftar sekolah yang akan memperoleh pembangunan gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Seluruh bangunan sekolah disebut akan diratakan dan dibangun kembali sesuai perencanaan gambar bangunan yang baru.

Sebelum ruang kelas darurat digunakan, sebagian siswa mengikuti pembelajaran di tenda darurat dengan fasilitas terbatas. Salah seorang siswi, Israqiah, menuturkan pembangunan ruang kelas darurat berlangsung cepat dan kini ruangannya dinilai lebih memadai untuk belajar.

“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ucap Israqiah.

Siswi lainnya, Ziadatul Una, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima dan berharap pendidikan di daerahnya segera pulih.

“Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” kata Una.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti turut menyerahkan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta, selain bantuan buku pembelajaran. Di Kabupaten Pidie Jaya, total terdapat 21 ruang kelas darurat yang tersebar di lima sekolah sebagai solusi sementara selama masa pemulihan.

Secara nasional, Kemendikdasmen juga melanjutkan percepatan program pemulihan pendidikan. Per 6 Maret 2026, kementerian telah melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan 1.642 sekolah dengan nilai bantuan lebih dari Rp1,741 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah, sementara 187 sekolah dibangun dengan dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana, sehingga siswa kembali belajar dalam kondisi yang aman dan lebih nyaman.