Media sosial belakangan kerap diramaikan oleh kemunculan istilah-istilah baru yang kemudian berkembang menjadi bahasa gaul. Di antara yang paling sering muncul dan digunakan pengguna TikTok, Twitter, hingga Instagram adalah kata “skena” dan “kalcer”.
Istilah-istilah tersebut ramai dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia maya, namun tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya mengenai maknanya. Berikut penjelasan arti “skena” dan “kalcer” yang belakangan viral.
Sebelum membahas keduanya, perlu dipahami bahwa bahasa gaul merupakan ragam informal dari bahasa Indonesia yang mulai muncul pada era 1980-an dan terus berkembang hingga saat ini, termasuk melalui media sosial.
Istilah “skena” disebut sebagai serapan dari bahasa Inggris “scene” yang bermakna suatu kejadian dan disebut kerap digunakan di kalangan pegiat musik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “skena” sebagai bahasa gaul disebut belum tercantum.
Dalam penjelasan lain, “skena” diuraikan sebagai singkatan dari tiga kata, yakni Sua, cengKErama, dan kelaNA. Rangkaian kata tersebut dimaknai sebagai perkumpulan kolektif yang menciptakan suasana untuk bercengkerama hingga berkelana bersama saat berkumpul.
Merujuk Urban Dictionary, “skena” juga dipahami sebagai subkultur yang penyebarannya cukup cepat. Dalam konteks fesyen, istilah ini merujuk pada orang yang mengenakan pakaian berwarna cerah, kaus bergambar, dan skinny jeans. Di media sosial, kata “anak skena” kerap dilekatkan pada seseorang yang dianggap percaya diri dan tidak mau direndahkan.
Sementara itu, “kalcer” juga menjadi istilah gaul yang viral. Kata ini diambil dari bahasa Inggris “culture” yang berarti budaya. Seiring perkembangan zaman, “kalcer” dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sedang tren dan berpotensi menjadi kebiasaan.
Salah satu contoh yang disebut adalah ketika masa pandemi, banyak orang mulai lebih peduli pada gaya hidup dan kesehatan. Perubahan kebiasaan tersebut dinilai bisa masuk dalam kategori “kalcer”.