BERITA TERKINI
Menko AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru Aceh Tamiang, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir

Menko AHY Tinjau SMPN 1 Karang Baru Aceh Tamiang, Dorong Percepatan Pemulihan Sekolah Pascabanjir

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau SMP Negeri 1 Karang Baru di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026), usai meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (25/1/2026), AHY mengatakan peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan pascabencana sekaligus mendorong percepatan pemulihan agar proses belajar mengajar kembali berjalan aman dan lancar.

AHY menegaskan pemulihan sektor pendidikan merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak boleh tertunda. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana.

Ia menekankan anak-anak di Aceh Tamiang harus tetap memiliki masa depan yang baik melalui akses pendidikan yang layak serta dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan makanan bergizi. Karena itu, fasilitas pendidikan ditempatkan sebagai prioritas dalam agenda pemulihan pascabencana.

“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih. Memang sudah ada progres, tetapi saya ingin pemulihannya bisa didorong lebih cepat lagi,” ujar AHY.

Dalam peninjauan tersebut, AHY bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Bupati Aceh Tamiang, kepala sekolah, serta para guru melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya terdampak banjir dan endapan lumpur hingga mencapai sekitar tiga meter. Saat ini sebagian lumpur telah dibersihkan, meski masih tersisa di beberapa area dan kondisi tanah dinilai masih lembek.

Sejumlah ruang kelas telah dibersihkan dan dimanfaatkan sementara sebagai ruang komunal. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian: siswa kelas VII belajar di aula, kelas VIII di ruang UKS, dan kelas IX di musala. SMP Negeri 1 Karang Baru tercatat memiliki sekitar 710 siswa dari tiga jenjang kelas.

AHY menyampaikan masih diperlukan penanganan lanjutan berupa pembersihan menyeluruh, perbaikan bangunan, dan penataan kembali ruang kelas agar sekolah dapat kembali berfungsi normal seperti sebelum bencana.

Sebagai tindak lanjut, AHY mengungkapkan bahwa pada Jumat (23/1/2026) ia menerima laporan alat berat telah mulai masuk ke SMP Negeri 1 Karang Baru. Langkah itu ditujukan untuk mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, AHY mengapresiasi kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan pihak terkait yang terus bersinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menilai dukungan teknis, termasuk pengerahan alat berat untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah terdampak, merupakan bentuk kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan.

“Sekolah tidak kalah penting dibandingkan pembangunan hunian, jalan, dan jembatan. Sekolah juga menjadi sarana trauma healing. Anak-anak kita masih berada pada usia pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental dan psikologis,” kata AHY.

AHY juga menyoroti pentingnya pemulihan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dalam peninjauan itu, ia melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan dan dinilai berkontribusi positif terhadap pemulihan kondisi anak-anak pascabencana.

Terkait percepatan pemulihan sekolah, AHY menyebut penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan satuan tugas di tingkat pusat. Langkah yang didorong meliputi pengerahan alat berat dan personel untuk pembersihan, pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah, serta pengadaan kembali fasilitas sekolah yang rusak seperti bangku dan meja belajar.

“Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, mulai dari SD, SMP, hingga SMA yang juga terdampak. Karena itu, semua harus dihitung dan ditangani dengan baik, termasuk dari sisi anggaran,” ujar AHY.

AHY menegaskan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus berupaya memulihkan wilayah Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, agar dapat bangkit kembali. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan anak-anak tidak kehilangan akses pendidikan dan tetap bersemangat meraih cita-cita meski berada dalam situasi pascabencana.

Di akhir kunjungan, AHY berpesan kepada pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun dan dipulihkan agar proses pemulihan pendidikan dapat berlangsung lebih cepat dan memberi manfaat maksimal bagi siswa.

“Kita ingin memastikan sekolah-sekolah di Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya benar-benar pulih, sehingga anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh harapan,” ujar AHY.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru Edy Wahyudi mengatakan kegiatan sekolah telah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026. Namun, proses pembelajaran masih dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi sarana dan prasarana yang terdampak banjir.

Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan peran pendidikan di tengah keterbatasan pascabencana. Dalam kunjungan kerja tersebut, ia didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta jajaran Kementerian PU dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi beserta jajaran, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.