Hidup lebih lama tidak semestinya hanya berarti bertambahnya jumlah tahun, tetapi juga memperpanjang waktu bersama orang-orang tercinta, tetap bisa melakukan hal yang disukai, menciptakan kenangan, serta mewariskan nilai. Namun, masa tua kerap diasosiasikan dengan penyakit kronis dan keterbatasan fisik. Menurut dokter spesialis geriatri Dr. Ami Hall, kondisi itu bukan sesuatu yang tidak bisa diupayakan untuk dicegah.
Dr. Hall menyebut salah satu tantangan terbesar pada lansia adalah mencegah disabilitas fisik dan memperpanjang active life expectancy, yakni masa tua yang tetap aktif dan mandiri. Konsep ini sejalan dengan gagasan successful aging atau penuaan yang sukses—perbedaan antara sekadar bertambah usia dan menjadi lemah. Genetika memang berpengaruh, tetapi bukan takdir mutlak. Ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental seiring bertambahnya usia, dan upaya tersebut bisa dimulai kapan saja.
Kesehatan fisik sebagai pondasi penuaan yang berkualitas
Kondisi tubuh yang bugar menjadi dasar untuk menikmati masa tua yang aktif. Tubuh yang sehat memungkinkan seseorang tetap bepergian, bersosialisasi, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga. Dr. Hall mencontohkan, banyak orang membayangkan pensiun sebagai masa untuk bepergian, mengasuh cucu, atau menjadi relawan—aktivitas yang tentu lebih mudah dijalani jika tubuh mendukung.
Untuk menjaga kesehatan fisik, Dr. Hall menyarankan beberapa langkah, mulai dari menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari. Ia juga menekankan pentingnya olahraga rutin yang menggabungkan latihan kekuatan, aerobik, dan keseimbangan.
Asupan makanan juga menjadi perhatian. Dr. Hall menganjurkan pola makan sehat dengan mengutamakan makanan nabati, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, serta menghindari makanan olahan. Selain itu, menjaga berat badan ideal, tidur cukup setiap malam, mengelola stres dengan teknik yang sesuai, dan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter termasuk bagian dari upaya menjaga kebugaran.
Ia juga mengingatkan agar peka terhadap tanda-tanda keterbatasan fisik, seperti gangguan berjalan atau keseimbangan. Jika muncul keluhan semacam itu, konsultasi sebaiknya dilakukan lebih awal sebelum kondisi memburuk.
Kesehatan mental: melatih otak seperti melatih otot
Penuaan yang sukses tidak hanya bertumpu pada kebugaran fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kognitif. Aktivitas yang merangsang otak dinilai dapat membantu mencegah penurunan daya ingat dan risiko penyakit seperti demensia.
Dr. Hall menyarankan agar seseorang mencoba hobi baru dan mempelajari keterampilan baru sepanjang hidup. Menurutnya, otak perlu dilatih agar tetap kuat, seperti halnya otot.
Sejumlah kegiatan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak antara lain aktif menekuni hobi, mempelajari hal baru seperti memainkan alat musik atau bermain catur, serta melakukan aktivitas fisik seperti menari, berenang, atau berjalan yang dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Memperluas interaksi sosial dan memainkan permainan yang melatih otak juga disebut bermanfaat.
Jika muncul gangguan memori atau ada dugaan efek samping obat, Dr. Hall menyarankan agar hal tersebut didiskusikan dengan dokter.
Merencanakan arah hidup di masa tua
Selain menjaga kesehatan, perencanaan masa depan juga dinilai penting dalam penuaan yang sukses. Pertanyaan tentang apa yang ingin dicapai pada usia 60-an, 70-an, atau 80-an, apa yang ingin diwariskan, serta seperti apa kehidupan yang diinginkan dapat menjadi panduan dalam menyusun langkah.
Dr. Hall menekankan bahwa menjaga martabat di masa tua penting bagi banyak orang. Karena itu, ia menyarankan agar seseorang memikirkan masa depannya dan merancang langkah-langkah menuju tujuan tersebut, serta membicarakannya dengan orang-orang terdekat agar keinginan diketahui.
Misalnya, bagi yang ingin tetap tinggal di rumah sendiri saat tua, penyesuaian perlu dipertimbangkan sejak awal, termasuk kemungkinan berpindah ke kamar di lantai bawah jika mobilitas berkurang, serta siapa yang dapat membantu mengurus rumah.
Beberapa langkah persiapan yang disebutkan Dr. Hall meliputi mempertimbangkan tempat tinggal yang diinginkan dan menyiapkan perlindungan seperti asuransi perawatan jangka panjang. Ia juga menyarankan memilih dokter atau perawat yang berpengalaman merawat lansia, mengomunikasikan tujuan perawatan kepada keluarga dan penyedia layanan kesehatan, serta menyiapkan surat wasiat medis (advance directive) dan menunjuk orang tepercaya sebagai kuasa hukum medis.
Membuat masa tua lebih bermakna
Sikap orang terhadap masa tua bisa beragam—ada yang enggan membayangkannya, ada pula yang menantinya sebagai fase yang dinanti. Namun, kenyataannya banyak orang kini hidup lebih lama dibanding generasi sebelumnya. Dengan merawat kesehatan fisik dan mental sejak sekarang, peluang untuk menjalani masa tua yang lebih mandiri, aktif, dan bermakna pun terbuka lebih lebar. Dr. Hall menyimpulkan, semakin sehat tubuh dan pikiran, semakin besar kesempatan untuk hidup sesuai keinginan sendiri.