Modest fashion Indonesia terus menunjukkan perkembangan di kancah internasional seiring semakin banyak desainer dan brand lokal yang tampil di panggung mode luar negeri. Keunikan yang mengangkat unsur budaya dinilai menjadi salah satu kekuatan yang membedakan modest fashion Indonesia di mata global.
CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, menilai kemunculan berbagai brand modest Indonesia di panggung mode internasional merupakan kabar baik karena menunjukkan potensi Indonesia di industri tersebut. Namun, ia menekankan bahwa tampil di luar negeri saja tidak cukup untuk membangun daya saing jangka panjang.
Berdasarkan pengalamannya, Linda mengatakan konsumen global memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas produk, konsistensi branding, storytelling, serta pengalaman yang ditawarkan sebuah brand. Karena itu, Buttonscarves berupaya menghadirkan koleksi dengan standar internasional, mulai dari desain yang relevan secara global, pemilihan material berkualitas tinggi, hingga pendekatan visual dan kampanye yang kuat.
Sepanjang 2025, Linda menyebut Buttonscarves berupaya konsisten hadir dalam berbagai kegiatan mode, tidak hanya di runway, tetapi juga melalui rangkaian aktivitas lain seperti Desert Takeover di Dubai dan Buttonscarves Paris Takeover. Brand tersebut juga menjalin kerja sama dengan model dunia, Halima.
Di sisi ekspansi, Buttonscarves membuka toko pertamanya di Jewel Changi Airport, Singapura. Linda menyebut pembukaan gerai ini menjadi momen penting karena Singapura dipandang sebagai hub regional dengan jangkauan internasional. Ia juga menjadi bagian dari NEXT IN VOGUE di Singapura, bergabung dengan sejumlah sosok berpengaruh dari kawasan Asia untuk membahas perkembangan modest fashion yang disebutnya kini bukan lagi segmen kecil, melainkan bagian dari percakapan fashion global.
Menurut Linda, respons publik internasional terhadap Buttonscarves sejauh ini positif. Ia menyebut apresiasi muncul karena brand tersebut dinilai mampu menghadirkan modest fashion dengan sentuhan modern dan elegan, sembari tetap membawa identitas brand.
Linda menilai posisi modest fashion Indonesia semakin kuat di tingkat global, meski masih ada ruang besar untuk bertumbuh. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara kreativitas dan nilai budaya dengan strategi branding, kolaborasi, serta eksekusi yang berkelas dunia agar mampu bersaing dengan brand global lainnya.
Pandangan tentang modest fashion sebagai bagian dari identitas juga disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Ia menyebut modest fashion bukan sekadar tren berpakaian, melainkan cerminan identitas, karakter, serta nilai-nilai budaya dan keanggunan masyarakat Indonesia. Menurutnya, gaya berpakaian yang menonjolkan kesopanan dan keanggunan tetap dapat tampil modern, kreatif, serta memiliki daya saing di pasar global.

