BERITA TERKINI
Musik Lebaran 2026 Kian Beragam: Dari Fusion Elektronik-Gamelan hingga Rock Religi

Musik Lebaran 2026 Kian Beragam: Dari Fusion Elektronik-Gamelan hingga Rock Religi

Perayaan Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 menjadi momentum meningkatnya kreativitas di industri musik Indonesia. Tahun ini, musik bertema religi tidak lagi terpaku pada pola konvensional, melainkan bergerak ke arah perpaduan genre yang lebih inklusif dan modern.

Salah satu tren yang menonjol adalah naiknya popularitas gaya yang disebut “techno-spiritual”, ditandai dengan kemunculan fusion elektronik-gamelan. Sejumlah musisi muda mulai memadukan beat elektronik dengan instrumen tradisional seperti kendang dan saron. Karya Satria Blambangan Digiswara berjudul “Perjalanan Jiwa” menjadi contoh bagaimana pendekatan ethnic fusion dapat menghadirkan nuansa khidmat sekaligus terasa relevan bagi pendengar Generasi Z dan Milenial.

Di sisi lain, kolaborasi lintas genre turut mewarnai Lebaran tahun ini. Sejumlah band dan musisi dari ranah rock maupun pop merilis karya bertema Lebaran dengan pendekatan yang berbeda-beda. Gigi merilis lagu “Pulang Pada-Mu” dengan aransemen yang lebih minimalis dan bernuansa perenungan. Candil menghadirkan trilogi “Sinyalturahmi” sebagai eksperimen vokal rock untuk menyambut hari kemenangan. Sementara itu, Sukses Lancar Rejeki merilis EP “Perang Sarung Gajah Moshing”, yang menunjukkan bahwa energi musik yang eksplosif pun dapat membawa pesan spiritual.

Ragam musik Lebaran 2026 juga hadir melalui agenda konser di Jakarta. Festival Raya Kemenangan di Pantai Festival Ancol dijadwalkan menampilkan Hindia dan Feast mulai 28 Maret 2026. Selain itu, JakCloth Lebaran Fair menggabungkan konsep belanja dan hiburan dengan penampilan musisi, dari Opick hingga Aldi Taher.

Perbedaan warna musik Lebaran tahun ini juga dikaitkan dengan dorongan pemerintah dan pelaku industri melalui kampanye “Timurnesia”. Kampanye ini disebut berfokus memberi ruang bagi musisi dari Indonesia Timur untuk merilis lagu bertema mudik dan kekeluargaan dengan sentuhan budaya lokal. Dampaknya, ekosistem musik religi Indonesia pada Lebaran 2026 dipandang semakin beragam.