BERITA TERKINI
Olivia Rodrigo Rilis Video “The Book of Love” dengan Rekaman Anak-Anak dari Gaza dan Wilayah Konflik Lain

Olivia Rodrigo Rilis Video “The Book of Love” dengan Rekaman Anak-Anak dari Gaza dan Wilayah Konflik Lain

Olivia Rodrigo merilis video musik untuk lagu cover “The Book of Love”, karya The Magnetic Fields. Lagu tersebut direkam Rodrigo sebagai bagian dari album amal terbaru War Child Records berjudul Help(2).

Dalam video yang dilaporkan Billboard, vokal Rodrigo terdengar lembut membawakan lirik bernuansa emosional dengan iringan string yang pelan. Sementara itu, visualnya menampilkan rekaman yang diambil oleh anak-anak dari Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman.

Rodrigo juga menyampaikan pandangannya terkait konflik yang sedang berlangsung, khususnya di Timur Tengah. Dalam wawancara yang dilansir NME, ia menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya menjadi korban kekerasan. “Tidak ada anak di Israel, tidak juga di Palestina, dan anak-anak mana pun yang seharusnya mengalami kekejaman seperti ini. Setiap anak berhak mendapatkan keamanan dan masa depan yang layak,” ucap Rodrigo.

Album kolaboratif Help(2) diproduksi War Child Records dan resmi dirilis pada 6 Maret 2026. Proses rekaman album ini sebagian besar berlangsung di Abbey Road Studios pada November 2025.

Kompilasi tersebut mempertemukan musisi dari berbagai genre dengan misi memberikan dukungan bagi anak-anak yang terdampak konflik. Selain Rodrigo, sejumlah musisi yang berkontribusi antara lain Arctic Monkeys, Oasis, Arlo Parks, Arooj Aftab, dan Damon Albarn.

War Child UK menyatakan hasil penjualan album, streaming, dan merchandise akan disalurkan untuk program kemanusiaan, termasuk bantuan darurat, pendidikan, dukungan kesehatan mental, serta perlindungan bagi anak-anak yang terdampak konflik dan pengungsian di berbagai wilayah dunia.

Video musik “The Book of Love” berupaya menghadirkan sisi yang lebih manusiawi dari situasi di wilayah perang dengan menampilkan perspektif langsung anak-anak yang mengalaminya. Dalam rekaman tersebut, anak-anak di zona konflik mendokumentasikan keseharian mereka, mulai dari bermain, berlari di tengah puing, hingga momen kebersamaan, untuk menunjukkan upaya mempertahankan kehidupan masa kecil di tengah perang.

Di Jalur Gaza, konflik berkepanjangan antara pasukan Israel dan kelompok Palestina disebut telah menghancurkan kehidupan masyarakat sipil. Pada beberapa periode, wilayah ini juga menghadapi ancaman kelaparan serta kekurangan makanan yang parah. Kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses air bersih, layanan kesehatan, serta pendidikan turut memperburuk kondisi warga.