Suara musik Vietnam menggema di Katedral Saint-Roch, Paris, dalam rangka Festival Paduan Suara Internasional Paris (Festival International de Chant Choral de Paris) ke-28. Dalam ajang yang mempertemukan paduan suara dari berbagai negara itu, Vietnam diwakili oleh Paduan Suara Tanah Air yang menampilkan karya-karya paduan suara Vietnam kepada penonton internasional.
Festival Paduan Suara Internasional Paris digelar setiap tahun sekitar pertengahan Maret dan berlangsung selama tiga hingga empat hari. Selama lebih dari dua dekade, festival ini dikenal sebagai ruang pertemuan paduan suara dari berbagai benua. Berbeda dari kompetisi, kegiatan ini menekankan pertukaran budaya dan seni, sekaligus menjadi kesempatan bagi para seniman untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, dan mengekspresikan kecintaan pada musik paduan suara.
Peserta festival berasal dari beragam kelompok, mulai paduan suara anak-anak, remaja, hingga dewasa, termasuk kelompok amatir, semi-profesional, dan profesional. Keragaman kebangsaan dan gaya musik membuat festival ini menghadirkan ragam repertoar, dari musik sakral, paduan suara klasik, musik Renaisans dan Barok, hingga karya modern, musik rakyat, dan musik dunia.
Dalam festival ke-28 yang berlangsung di Gereja Saint Roch, Paduan Suara Tanah Air diundang tampil sebagai penampil kedua dalam susunan program. Posisi tersebut dinilai menonjol dan mencerminkan pengakuan penyelenggara terhadap kualitas artistik serta prestise paduan suara Vietnam.
Pada penampilannya, Paduan Suara Tanah Air membawakan dua karya paduan suara Vietnam, yakni “Lagu Cinta” karya Pham Duy dan “Musik Hutan” karya Hoang Viet dengan lirik oleh Nguyen Thieu Hoa. Melodi khas Vietnam yang diperdengarkan dalam suasana gereja kuno itu menghadirkan pengalaman musikal yang segar dan emosional bagi penonton.
Usai pertunjukan, pianis Paduan Suara Tanah Air, Ho Thu Huong, menyampaikan rasa bangganya. “Hari ini saya merasa sangat terhormat dan bahagia dapat berpartisipasi bersama Paduan Suara Tanah Air untuk memperkenalkan budaya Vietnam dan lagu-lagu Vietnam yang familiar kepada teman-teman di seluruh dunia. Ini adalah program besar dengan partisipasi banyak paduan suara dari berbagai negara, jadi saya juga sangat terharu dapat berkontribusi dalam pertunjukan ini,” ujarnya.
Pendiri sekaligus anggota Paduan Suara Tanah Air, Nguyen Ngan Ha, mengatakan festival yang dikoordinasikan organisasi internasional Music & Friends itu telah berlangsung di Paris selama bertahun-tahun dengan tujuan memperkenalkan budaya paduan suara dari berbagai negara. Ia menambahkan, Paduan Suara Tanah Air telah empat kali berpartisipasi dalam festival tersebut, dengan membawakan karya yang mewakili berbagai periode musik paduan suara Vietnam, dari musik revolusioner hingga karya modern. “Kami sangat bangga memiliki kesempatan untuk tampil di panggung internasional untuk memperkenalkan musik Vietnam,” katanya.
Sebelum tampil dalam program utama festival, Paduan Suara Tanah Air juga mengadakan penampilan di Pusat Kebudayaan Vietnam di Prancis sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya Vietnam kepada komunitas internasional di Paris. Sesuai rencana, kelompok ini akan melanjutkan partisipasi dalam pertunjukan lain dalam rangka tur mereka di Chartres.
Kehadiran Paduan Suara Tanah Air di Festival Paduan Suara Internasional Paris ke-28 menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran budaya melalui musik. Di tengah rangkaian pertunjukan lintas negara, karya-karya paduan suara Vietnam tampil sebagai jembatan yang mempertemukan penonton internasional dengan kekayaan musikal Vietnam.

