Menonton festival musik yang kerap berlangsung lebih dari satu hari membutuhkan persiapan agar penonton tetap sehat dan aman. Pakar kesehatan mengingatkan bahwa setiap festival memiliki aturan berbeda, termasuk layanan medis yang tersedia di lokasi.
Direktur medis nasional di CrowdRx, Matt Friedman, yang menyediakan layanan medis di lebih dari 20 festival musik besar setiap tahun di Amerika Serikat, menyarankan penonton mengenali area festival sejak awal. Salah satu langkah penting adalah mengetahui lokasi tenda medis terdekat dari area menonton untuk memudahkan akses jika terjadi keadaan darurat.
Menurut Friedman, risiko kesehatan saat festival dapat berbeda tergantung lokasi penyelenggaraan. Asisten direktur medis di departemen gawat darurat JFK Memorial Hospital, Julie Puzzo, mengatakan gangguan kesehatan terkait panas menjadi kasus yang sering ditemui di festival musik Coachella yang berada dekat gurun, tempat suhu dapat meningkat dengan cepat.
“Kami melihat berbagai kasus, mulai dari kram akibat panas hingga heat stroke yang bisa mengancam nyawa,” kata Puzzo.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Puzzo menyarankan penonton rutin minum cairan yang mengandung elektrolit. Ia juga menganjurkan penggunaan pakaian berlapis, topi, dan perlindungan lainnya, serta menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, penonton disarankan memilih tabir surya non-aerosol karena banyak festival melarang penggunaan semprotan aerosol.
Beberapa festival di wilayah panas juga menyediakan tangki air dingin portabel yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh dengan cepat. Namun, pada festival yang berlangsung beberapa hari, persoalan lain yang dapat muncul adalah kekurangan nutrisi.
“Orang biasanya masih penuh adrenalin di dua hari pertama, tapi, pada hari ketiga baru sadar mereka dehidrasi, kelelahan, dan belum makan makanan bergizi sejak datang,” kata Friedman.
Friedman juga menyarankan penonton menggunakan sepatu tertutup yang nyaman karena jarak berjalan di area festival sering kali lebih jauh dari perkiraan. Ia menambahkan bahwa tersandung dan jatuh cukup sering terjadi, sehingga tim medis kerap menangani kasus keseleo dan memar pada kaki.
Bagi penonton yang rentan mengalami masalah pernapasan, disarankan membawa inhaler cadangan karena debu dapat memperburuk kondisi. Debu juga dapat memicu gangguan pada mata, seperti goresan kornea, sehingga penggunaan kacamata besar atau pelindung mata dapat dipertimbangkan. Karena festival luar ruangan juga sering menghadirkan serangga, penonton dapat mempertimbangkan penggunaan penolak serangga.
Dari sisi kesehatan pendengaran, ahli audiologi di Mayo Clinic, Greta Stamper, mengingatkan pentingnya melindungi telinga. Caranya antara lain dengan tidak berdiri terlalu dekat dengan speaker dan menggunakan penyumbat telinga.
“Istirahatkan pendengaran dengan mengambil jeda dari suara keras selama festival agar telinga punya waktu untuk pulih,” ujar Stamper.
Ia menambahkan, jika pendengaran terasa teredam atau telinga berdenging, hal itu dapat menjadi tanda suara terlalu keras. Untuk anak-anak, Stamper menyarankan perlindungan tambahan seperti headphone penutup telinga, bukan hanya penyumbat telinga.