Pameran foto dan dokumenter bertajuk “Thanh Tung – Warisan Cinta” resmi dibuka pada sore 25 Mei 2026 di Gedung Pameran Seni Rupa, 16 Ngo Quyen, Hanoi. Acara ini dihadirkan untuk menyambut masyarakat yang mengagumi musik dan lagu-lagu almarhum komposer Thanh Tung.
Pameran tersebut digelar sebagai kegiatan budaya dan seni untuk memperingati 10 tahun wafatnya Thanh Tung, yang disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik modern Vietnam pada rentang 1980-an hingga 2000-an. Sejumlah karya yang dikenal luas antara lain “Mot Minh” (Sendirian), “Giot Nang Ben Them” (Setetes Sinar Matahari di Ambang Pintu), “Loi To Tinh Cua Mua Xuan” (Pernyataan Cinta di Musim Semi), “Hoa Tim Ngoai San” (Bunga Ungu di Halaman), dan “Ngoi Sao Co Don” (Bintang Kesepian).
Musik Thanh Tung selama ini hadir di ruang publik melalui program radio dan album, serta menjadi bagian dari ingatan banyak generasi. Jejak karyanya juga disebut melekat di berbagai panggung besar dan pada musik latar film yang terus dikenang.
Ruang pameran dirancang sebagai perjalanan menelusuri kenangan dan kehidupan artistik sang komposer, mulai dari masa studinya di Konservatorium Pyongyang, aktivitas musik setelah kembali ke Vietnam, hingga periode ketika ia menjadi salah satu musisi populer yang berpengaruh pada 1980–2000.
Pengunjung juga diajak menyelami ruang audio-visual yang merekonstruksi materi musik dari beberapa dekade lalu, termasuk koleksi kaset, piringan hitam, CD, rekaman audio, serta cakram film yang terkait dengan keterlibatan Thanh Tung dalam penggarapan musik film seperti “The Upside Down Card Game” dan “The Land of the Rock.”
Ibu Bach Duong, putri Thanh Tung, menyampaikan bahwa pameran ini dimaksudkan untuk merekonstruksi perjalanan sang musisi bersama musiknya. Menurutnya, pameran menampilkan lebih dari 100 foto, dokumen, dan artefak berharga yang untuk pertama kalinya dipublikasikan dari arsip keluarga, serta dilengkapi kontribusi dari teman dan kolektor.
Sejumlah dokumen dan sampul piringan hitam juga disumbangkan oleh penggemar Thanh Tung yang kini tinggal di luar negeri, yang menunjukkan luasnya pengaruh sang musisi. Selain itu, puluhan karya representatif dari dekade 1970-an, 1980-an, dan 1990-an telah didigitalisasi sehingga pengunjung dapat mendengarkannya langsung melalui headphone pribadi di area pameran.
Penyelenggara menekankan bahwa “Thanh Tung – Warisan Cinta” tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang nostalgia, melainkan upaya melestarikan dan menyebarkan nilai-nilai spiritual yang ditinggalkan musik Thanh Tung dalam kehidupan masyarakat Vietnam lintas generasi. Pameran ini juga menampilkan sisi personal Thanh Tung sebagai kepala keluarga, yang digambarkan penuh kasih kepada istri dan anak-anak, murah hati kepada teman, serta memiliki nilai kemanusiaan dan filosofi hidup yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Bach Duong membagikan kisah tentang peran ayahnya dalam keluarga. Ia menyebut, setelah istrinya meninggal dunia, selama 25 tahun Thanh Tung menjalani peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi ketiga anaknya, menepati janji untuk membesarkan mereka. Ia juga disebut menyeimbangkan urusan bisnis dengan kegiatan artistik, termasuk menggubah lagu serta menemukan dan mengembangkan bakat seni.
Salah satu agenda utama rangkaian acara ini adalah pengenalan resmi “Dana Musisi Thanh Tung”, sebuah proyek jangka panjang yang bertujuan melestarikan, menjaga, dan mengembangkan warisan musik serta semangat kemanusiaan almarhum, sekaligus memastikan musik Thanh Tung tetap hadir mengikuti perjalanan zaman.
Setelah pembukaan pameran, rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan program musik jalanan “Legacy of Love” pada 29 Mei 2026 di area pejalan kaki Danau Hoan Kiem. Rangkaian peringatan ini dijadwalkan ditutup melalui konser “Thanh Tung – Warisan Cinta” pada 28 Juni 2026 di Pusat Konvensi Nasional, Hanoi, yang disebut akan menampilkan banyak artis ternama dan orkestra simfoni berskala besar sebagai penghormatan bagi warisan musik Thanh Tung.