BERITA TERKINI
Pariwisata Thai Nguyen terdongkrak acara musik dan budaya, raih lebih dari 1,04 juta kunjungan pada Mei 2026

Pariwisata Thai Nguyen terdongkrak acara musik dan budaya, raih lebih dari 1,04 juta kunjungan pada Mei 2026

Musik disebut kian berperan dalam membuka peluang pariwisata di Thai Nguyen, Vietnam, terutama melalui rangkaian pembukaan Musim Pariwisata 2026. Realitas tersebut terlihat dari dua program seni bertema “Simfoni Danau di Pegunungan - Teh di Awan” dan “Gema Warisan di Tengah Hutan Luas Ba Be” yang digelar bersamaan dengan berbagai kegiatan pendukung.

Kegiatan itu menghadirkan sejumlah artis, antara lain Diva My Linh, Vo Ha Tram, dan Double 2T. Penyelenggara juga menggabungkannya dengan aktivitas budaya, olahraga, serta pengalaman ramah lingkungan. Rangkaian acara tersebut dilaporkan menarik lebih dari 120.000 pengunjung langsung, sekaligus menghasilkan hampir 10 juta penayangan dan jutaan interaksi di berbagai platform media sosial.

Selain dampak pada kunjungan, setiap acara musik berskala besar dinilai memicu efek berantai di berbagai sektor lain, seperti akomodasi, transportasi, makanan, perdagangan, dan periklanan. Dalam satu konser, puluhan ribu pengunjung dapat menggunakan hotel dan restoran, memanfaatkan layanan transportasi, berbelanja produk lokal, hingga menginap di kawasan wisata.

Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Thai Nguyen memperkirakan pada Mei 2026 total wisatawan yang datang mencapai lebih dari 1,04 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 30.500 merupakan wisatawan internasional, sementara lebih dari 1 juta lainnya wisatawan domestik. Total pendapatan dari kegiatan pariwisata pada periode tersebut diperkirakan mencapai 1.456 miliar VND.

Lonjakan kunjungan pada Mei disebut terutama dipengaruhi efek domino dari pembukaan Musim Pariwisata Thai Nguyen 2026 bertema “Danau di Atas Gunung - Teh di Awan”. Program seni berskala besar yang dipadukan dengan promosi budaya, pariwisata, dan pengalaman ekologis dinilai berkontribusi menarik wisatawan dari dalam maupun luar provinsi untuk berkunjung dan menikmati kawasan tersebut.

Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, Ha Thi Bich Hong, menilai keunggulan Thai Nguyen tidak hanya pada lanskap alam, tetapi juga pada kedalaman budaya. Ia menyebut melodi lagu rakyat then dan sli, bunyi kecapi tinh dari kelompok etnis minoritas, ruang budaya teh, hingga festival tradisional dapat menjadi materi untuk membangun produk wisata musik yang khas. Menurutnya, bila seniman terkenal dipadukan secara harmonis dengan identitas lokal, Thai Nguyen berpeluang menciptakan program “khas” yang cukup menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Direktur Departemen Pariwisata, Ha Van Sieu, menekankan bahwa pengembangan pariwisata musik secara berkelanjutan tidak cukup dengan memperbanyak konser. Ia menilai yang terpenting adalah membentuk ekosistem yang tersinkronisasi, mulai dari infrastruktur akomodasi, transportasi, ruang pertunjukan, hingga media digital dan produk pengalaman pendamping yang perlu diinvestasikan secara sistematis.

Ha Van Sieu juga menilai festival yang berhasil tidak berhenti pada beberapa jam pertunjukan, melainkan mendorong wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak, dan kembali pada musim berikutnya. Di tengah persaingan antardestinasi yang makin ketat, ia menilai identitas budaya menjadi faktor pembeda yang menentukan, karena sekadar mengejar tren atau nama selebriti berisiko membuat program serupa dan cepat kehilangan daya tarik.

Dengan menempatkan musik dalam konteks budaya khas daerah penghasil teh, setiap momen pertunjukan yang tersebar di media sosial dipandang dapat berfungsi sebagai “tiket iklan” yang efektif bagi pariwisata Thai Nguyen.