BERITA TERKINI
Parlemen Inggris Desak Investigasi Dominasi Pasar Industri Musik Langsung

Parlemen Inggris Desak Investigasi Dominasi Pasar Industri Musik Langsung

Anggota parlemen di Inggris menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi industri musik langsung yang dinilai dipenuhi “iklim ketakutan”. Mereka mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh terkait dugaan dominasi pasar dalam sektor tersebut.

Dalam laporan terbaru Komite Bisnis dan Perdagangan, Otoritas Kompetisi dan Pasar (CMA) diminta menyelidiki industri musik, dengan sorotan utama pada perusahaan tiket terbesar, Live Nation. Komite menyebut terdapat bukti kuat mengenai posisi pasar perusahaan tersebut.

Menurut temuan komite, Live Nation menguasai 58% dari total 23,1 juta tiket utama yang terjual pada tahun lalu. Jika turut menghitung tiket yang dikelola perusahaan afiliasinya, angka itu meningkat menjadi 66%, yang dinilai menunjukkan posisi pasar yang sangat kuat.

Komite juga menyoroti kekhawatiran terkait minimnya pihak yang berani memberikan keterangan secara terbuka selama proses penyelidikan. Banyak kontributor laporan meminta identitasnya dirahasiakan karena takut akan dampak dari pernyataan mereka. Ketua komite, Liam Byrne, menyatakan bahwa yang mengkhawatirkan bukan hanya skala posisi pasar Live Nation, tetapi juga “iklim ketakutan” yang ditemui komite selama penyelidikan.

Selain isu dominasi pasar, komite menilai belum ada implementasi pemungutan pajak yang dipimpin industri pada tiket arena dan stadion yang ditujukan untuk mendukung sektor musik akar rumput. Kegagalan tersebut, menurut laporan, banyak dikaitkan dengan ketidakpatuhan Live Nation.

Laporan itu juga menguraikan praktik Live Nation dalam menggunakan perjanjian jangka panjang dengan klausul eksklusivitas yang ketat. Praktik tersebut disebut membuat akses ke venue mereka bergantung pada partisipasi dalam festival yang mereka kelola, sehingga mendorong artis untuk mengonsolidasikan rencana tur dengan perusahaan tersebut.

Seruan investigasi ini muncul setelah CMA melakukan penyelidikan terhadap Ticketmaster, anak perusahaan Live Nation, terkait penjualan tiket Oasis untuk tahun 2024. Dalam penyelidikan itu, CMA menemukan Ticketmaster tidak memberi tahu penggemar yang sedang mengantre bahwa tiket berdiri dijual dengan dua harga berbeda, serta harga akan meningkat setelah opsi yang lebih murah habis.

Rangkaian temuan tersebut memunculkan kekhawatiran lebih lanjut mengenai transparansi dan keadilan dalam penjualan tiket, di tengah industri musik yang dinilai semakin berorientasi pada keuntungan. Dengan dominasi yang disorot dalam laporan, komite menilai tantangan ke depan adalah menciptakan lingkungan yang lebih kompetitif bagi seluruh pelaku industri.