BERITA TERKINI
Pemkot Batu Luncurkan Kalender Event 2026, Jumlah Kegiatan Turun dari 72 Menjadi 24

Pemkot Batu Luncurkan Kalender Event 2026, Jumlah Kegiatan Turun dari 72 Menjadi 24

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu meluncurkan Kalender Event Tahun 2026 dalam acara yang digelar di Hotel Singhasari, Kota Batu, Selasa (2/12/2025) malam. Meski jumlah event tahun depan menurun tajam dibanding 2025, Pemkot Batu menyatakan tetap optimistis agenda yang tersusun mampu menarik wisatawan berkunjung ke kota wisata tersebut.

Berdasarkan kalender yang diluncurkan, jumlah event pada 2026 tercatat 24 kegiatan, turun dari 72 event pada 2025. Sejumlah agenda yang disebut menarik antara lain Baic Film Fest Batu International Children’s Film Festival, AF71 Fighter Kids Race 2026 yang dijadwalkan pada 2 Mei 2026, Batu Street Food, serta beberapa event olahraga berskala internasional.

Rangkaian event yang tercantum di antaranya Gema Patrol Ramadan/Daul (1 Maret 2026), Lomba Kaligrafi (3 Maret 2026), Festival Padang Bulan (2 April 2026), Baic Film Fest Batu International Children’s Film Festival (April 2026), AF71 Fighter Kids Race 2026 (2 Mei 2026), Funwalks (5 Mei 2026), serta Panderman Gravity Park Downhill (15–17 Mei 2026).

Agenda lainnya meliputi Festival Padang Bulan (31 Mei 2026), Batu Culture Festival (Juli 2026), Batu International Sport Tourism Festival Paragliding Accuracy League (Juli 2026), Festival Padang Bulan (28 Juli 2026), Festival Padang Bulan (Agustus 2026), event Kicau Burung (September 2026), serta Marching Band On The Stage 9 (19–20 September 2026).

Memasuki Oktober hingga akhir tahun, kalender memuat Batu Art Flower Festival (Oktober 2026), Happy Science 3 (4 Oktober 2026), Dokter Cilik 3 (5 Oktober 2026), Pagelaran Wayang Kulit (17 Oktober 2026), ATV Carnival (Oktober 2026), Funfest Pelajar Hebat (10 November 2026), Festival Padang Bulan (24 November 2026), Pagelaran Seni Budaya Desa Gunungsari (Desember 2026), Sunday Morning Festival 6 Jatim Park (13 Desember 2026), Shinning Orchid Week, Festival Sego Empog, dan Batu Street Food Festival.

Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan penurunan jumlah event terjadi karena efisiensi anggaran. Ia meminta seluruh pihak ikut berperan dalam menggeliatkan pariwisata. “Mohon maaf kalau even kita (tahun ini) tidak sebanyak even tahun lalu, karena efisiensi anggaran. Menyikapi ini, butuh kreativitas kita semua, Ketua PHRI harus mengcreate, karena menggeliatkan pariwisata bukan hanya tanggungjawab pemerintah tapi tanggungjawab kita semua,” ujar Nurochman di sela-sela peluncuran kalender event.

Menurutnya, saat dukungan anggaran pemerintah tidak bisa maksimal, langkah yang diperlukan adalah kreativitas membangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Batu adalah promosi langsung kepada pemerintah pusat. “Secara tidak langsung kita menjadi marketingnya pariwisata di pemerintah pusat. Saya selalu mempromosikan kepada Menteri, kalau ketemu Menteri, saya selalu minta untuk berkegiatan di kota Batu,” katanya.

Nurochman menilai kegiatan kementerian di Kota Batu dapat berdampak pada tingkat okupansi hotel, kunjungan ke objek wisata, serta menggeliatkan perekonomian UMKM. Ia mencontohkan kegiatan Kementerian Keuangan yang mengadakan Festival Ultra Mikro di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

Ia juga menegaskan pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Kota Batu. “Pariwisata kini menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu, data BPS menyebutkan pariwisata sektor penyerap tenaga kerja terbesar. Namun demikian situasi ekonomi memang menuntut kita untuk kreatif ditengah terpaan efisiensi anggaran,” ujar Nurochman.

Peluncuran Kalender Event 2026 digelar Dinas Pariwisata bersamaan dengan Batu Tourism Awards 2025, ajang apresiasi bagi pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, komunitas, serta desa/kelurahan wisata yang dinilai berkontribusi menjaga kualitas layanan dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Kota Batu.

Dalam kesempatan itu, Nurochman menyampaikan pariwisata Kota Batu perlu tumbuh sebagai ekosistem yang menyatu antara destinasi, budaya, dan ekonomi kreatif, termasuk UMKM. Ia menyebut konsep “one stop holiday at Batu” perlu diikuti dengan “one stop shopping UMKM” agar wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga berbelanja dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Kalau liburannya sudah one stop, maka belanjanya juga harus one stop. Mohon doa panjenengan semua, semoga Mall UMKM Kota Batu segera bisa kita wujudkan sebagai one shop besar yang menjadi etalase produk UMKM,” ujarnya.

Dalam Batu Tourism Awards 2025, penghargaan diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif yang dinilai paling inovatif. Penerima penghargaan meliputi KMP Lets Play Game Studio (pengembangan permainan), film pendek “Ngayahi” karya Nur Alisha Rohmah dari Desa Sumberejo (film), Anjani Batik Gallery (kriya), serta Grup Keroncong Monies (musik).