Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meluncurkan Calendar of Event (CoE) di Hotel Novotel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat, 19 Desember 2025. Peluncuran turut dihadiri Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif RI Iman Santosa, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.
Kalender tersebut memuat agenda kegiatan Pemerintah Kota Makassar sepanjang Januari hingga Desember 2026. Total terdapat 87 event yang direncanakan digelar, termasuk 15 agenda berskala besar (big event) serta satu agenda utama (top event), yakni Festival Muara.
Munafri menyebut CoE sebagai peta jalan pariwisata Makassar untuk satu tahun ke depan. Ia menegaskan pemerintah menargetkan setiap bulan ada kegiatan yang menjadi alasan bagi masyarakat untuk datang ke Makassar. “Kita ingin setiap bulan di Makassar selalu ada alasan untuk didatangi. Bukan memilih bulan, tapi memilih event apa yang ingin disaksikan di Makassar,” ujarnya.
Ia juga menekankan setiap kegiatan harus memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sanggar seni, event organizer, hingga industri perhotelan dan sektor pendukung pariwisata. “Kita ingin event ini berdampak langsung, bukan hanya dinikmati segelintir orang, tapi menggerakkan ekonomi lokal secara merata,” kata Munafri.
Selain dampak ekonomi, Munafri menyoroti pentingnya kualitas layanan pariwisata, termasuk kebersihan fasilitas umum, keramahan warga, serta upaya mencegah pungutan liar. Ia mendorong kolaborasi dengan anak muda, komunitas kreatif, dan pelaku industri untuk memperbesar event yang sudah ada agar memiliki karakter, bukan sekadar menambah event baru.
Munafri juga menyatakan pemerintah membuka ruang bagi industri kreatif, termasuk musik, film, dan seni pertunjukan. Ia menyebut peluang penyelenggaraan konser artis nasional maupun produksi film besar di Makassar sebagai bagian dari penguatan promosi pariwisata. Menurutnya, penyelenggaraan event membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh stakeholder agar event-event di Makassar benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.
Dalam daftar CoE 2026, sejumlah agenda besar dijadwalkan tersebar sepanjang tahun. Pada Januari, salah satu big event adalah Suara’na Makassar. Februari memuat Makassar UMKM Skill Up Festival sebagai big event. Maret mencantumkan Pagelaran Seni dan Budaya II 2026 sebagai big event.
Memasuki April, Pemkot Makassar menjadwalkan Pesta Parekma, Produk Kreatif Makassar sebagai big event. Mei menghadirkan Makassar Internasional Writers Festival sebagai big event. Juni memuat Makassar Half Marathon sebagai big event.
Pada Juli, terdapat Hut Dekranasda serta Singara’ Bulang, Hari Kebudayaan Nasional Harmony Budaya yang sama-sama tercantum sebagai big event. Agustus menjadi salah satu bulan dengan agenda besar yang padat, antara lain Indonesia Youth Summit dan Festival Makan Ikan sebagai big event, serta Festival Muara sebagai top event.
September memuat Makassar Jazz Festival sebagai big event. Oktober mencantumkan Makassar Internasional Jetski Championship X Aquabike 2026 dan Rock In Celebes sebagai big event. November memuat Festival Kopi sebagai big event. Sementara Desember ditutup dengan Festival Daur Bumi sebagai big event, di samping agenda lain seperti Atraksi Seni, Attayang Sunset, dan Pagelaran Kesenian.

