BERITA TERKINI
Pemutaran Film Peringati HUT ke-81 Tentara Rakyat Vietnam, Angkat Tradisi Revolusioner dan Patriotisme

Pemutaran Film Peringati HUT ke-81 Tentara Rakyat Vietnam, Angkat Tradisi Revolusioner dan Patriotisme

Sebuah program pemutaran film digelar dalam suasana khidmat menjelang hari libur nasional besar untuk memperingati ulang tahun ke-81 berdirinya Tentara Rakyat Vietnam. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya sinematik untuk menyebarluaskan sekaligus mendidik publik mengenai tradisi revolusioner, patriotisme, semangat juang heroik, serta pengorbanan para perwira dan prajurit dalam perjuangan pembebasan nasional dan perlindungan Tanah Air.

Dalam rangkaian acara, penonton disuguhi tiga film revolusioner representatif dari sinema Vietnam yang berasal dari periode berbeda, yakni Lagu Tahanan (1978) karya sutradara Lam Son, Anak dan Tentara (1986) karya sutradara Chau Hue, serta Di Balik Perang (1990) karya sutradara Huy Thanh. Meski masing-masing film menghadirkan kisah dan potret sejarah tersendiri, ketiganya dinilai sama-sama menampilkan gambaran prajurit revolusioner yang teguh, idealis, dan tidak mudah dikalahkan.

Program ini menarik perhatian dan dihadiri beragam kalangan, mulai dari perwira dan prajurit angkatan bersenjata, pejabat sektor budaya, mahasiswa, hingga penggemar film. Penyelenggara mencatat jumlah penonton yang besar, dengan suasana pemutaran yang serius dan mengharukan. Antusiasme tersebut mencerminkan minat serta apresiasi publik terhadap nilai-nilai sejarah dan revolusioner yang disampaikan melalui medium film.

Sejumlah penonton menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti pemutaran. Nguyen Van Hung, warga Ba Dinh, Hanoi, mengatakan bahwa meski pernah menonton film-film tersebut sebelumnya, ia tetap merasakan kedalaman emosional setiap kali menyaksikannya. “Meskipun saya sudah pernah menonton film-film lama ini sebelumnya, setiap kali menontonnya saya merasakan lebih dalam tentang pengorbanan dan kesulitan leluhur kita. Program ini membantu saya memahami dan menghargai nilai-nilai perdamaian saat ini lebih lagi,” ujarnya.

Dari kalangan muda, Tran Thu Mai, mahasiswa Universitas Kebudayaan Hanoi, menilai program ini memiliki nilai edukatif yang kuat. Ia menyebut film sejarah dan revolusioner dapat membantu generasi muda mendekati sejarah secara lebih hidup dan otentik, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi Tentara Rakyat Vietnam.

Panitia penyelenggara menilai program pemutaran film berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Mereka menekankan bahwa materi sosialisasi tersampaikan dengan tepat, format penyelenggaraan dinilai sesuai, dan dampak komunikasinya positif. Pemilihan film-film revolusioner yang representatif, dipadukan dengan format pemutaran terpusat di bioskop, disebut turut memperluas jangkauan publik serta mendorong pelestarian nilai warisan sinematik dalam kehidupan budaya kontemporer.

Keberhasilan program ini sekaligus menegaskan peran sinema dalam penyebaran pesan dan pendidikan tradisi revolusioner serta patriotisme. Melalui kegiatan tersebut, Institut Film Vietnam disebut berkontribusi dalam melestarikan, menyebarluaskan, dan mengembangkan nilai warisan sinema nasional, serta memperdalam pemahaman publik mengenai citra Tentara Rakyat Vietnam dalam konteks pertahanan dan pembangunan nasional.