BERITA TERKINI
Pertamina EP Rantau Field Siapkan Sekolah Darurat, Fokus Pemulihan Trauma Anak Pascabanjir Aceh Tamiang

Pertamina EP Rantau Field Siapkan Sekolah Darurat, Fokus Pemulihan Trauma Anak Pascabanjir Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG — Suara anak-anak bernyanyi lagu bertema nasional terdengar riang dari empat tenda besar bertuliskan BNPB yang berdiri di landasan heli Kompleks Pertamina EP (PEP) Rantau Field, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Di dalam tenda, anak-anak duduk membentuk lingkaran dan sebagian lainnya sejajar, sementara jendela tenda dibiarkan terbuka agar sirkulasi udara tetap lancar di tengah cuaca terik, Selasa (6/1/2026).

Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Patra Rantau, H. Riswanto, M.Sos., mengatakan kehadiran murid di sekolah darurat melampaui perkiraan. “Alhamdulillah anak-anak yang datang ke sekolah banyak, hampir seluruhnya. Padahal kami memprediksi hanya puluhan saja yang datang,” ujarnya.

Riswanto menyebut antusiasme itu terasa mengharukan mengingat Aceh Tamiang dilanda banjir besar pada 26 November 2025. Lebih dari sebulan, anak-anak tidak beraktivitas belajar seperti biasa. Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi bagi banyak anak juga menghilangkan rasa aman, rutinitas, hingga membuat lingkungan tempat tinggal berubah akibat derasnya air bercampur lumpur.

Dalam kondisi tersebut, sekolah darurat dihadirkan bukan semata untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai ruang pemulihan. Riswanto menegaskan fokus utama adalah trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir, termasuk dengan dukungan relawan dari Jakarta. Kegiatan belajar turut diisi dengan cerita dongeng.

Menurutnya, banjir meninggalkan dampak fisik sekaligus trauma, terlebih bagi keluarga yang masih harus mengungsi. Ia menilai di balik tenda pengungsian, anak-anak menyimpan rasa takut dan cemas, sehingga dewan guru berupaya memulihkan kembali rasa normal mereka.

“Sekolah darurat ini kami rancang bukan sekadar kegiatan mengisi waktu tetapi juga sebagai ruang pemulihan emosional yang aman, hangat dan bermakna. Sekolah jadi ruang anak-anak bermain dan belajar tanpa rasa takut,” kata Riswanto.

Ratusan anak dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang selama ini bersekolah di Yayasan Pendidikan Dharma Patra Rantau mengikuti kegiatan di sekolah darurat. Mereka merupakan anak-anak yang terdampak langsung banjir, dan sebagian masih tinggal di tenda pengungsian.

Rangkaian pendampingan psikososial disusun secara terstruktur dan dibuat menyenangkan. Kegiatan diawali dengan upacara dan doa bersama, dilanjutkan bernyanyi, hingga mendengarkan dongeng.

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, dalam keterangan yang diterima Sabtu (10/1), menyampaikan dukungan PEP Rantau Field terhadap sekolah darurat sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk tetap hadir memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia menegaskan, dalam situasi bencana, hak pendidikan anak harus tetap terjamin.

“Saya memberikan apreasiasi terhadap seluruh pihak terutama guru-guru di sekolah darurat. Semua telah bekerja dengan ketulusan yang tak pernah lelah untuk membantu sesama sekalipun turut terdampak banjir,” pungkasnya.