Pertunjukan water screen dan air mancur menari di Bundaran Giri Menang Square (GMS), Lombok Barat, kini hanya digelar pada akhir pekan. Kebijakan ini diterapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat setelah pertunjukan tersebut diluncurkan pada malam pergantian tahun, dengan pertimbangan menjaga keberlanjutan operasional mesin sekaligus mempertahankan antusiasme masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Lombok Barat, Lalu Ratnawi, mengatakan penayangan water screen dijadwalkan dua kali dalam sepekan, yakni pada malam Sabtu dan malam Minggu. Pertunjukan tersebut berlangsung pukul 20.00 hingga 22.00 Wita.
Ratnawi menjelaskan, pembatasan jadwal dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem dan komponen teknis. Menurutnya, operasional water screen membutuhkan energi listrik yang besar sehingga perlu diatur agar sistem pompa dan visualisasi tetap terjaga.
Selain pertimbangan teknis, pembatasan juga dimaksudkan agar warga tidak cepat jenuh. “Karena untuk water screen ini butuh energi listrik yang besar, jadi kami (tayangkan) untuk akhir pekan saja. Dengan pertimbangan kalau setiap malam, akan cepat bosan warga,” kata Ratnawi.
Ia menambahkan, meski hanya ditayangkan pada akhir pekan, konten pertunjukan akan dibuat berbeda-beda agar tetap menarik bagi pengunjung. Sementara itu, air mancur tetap akan dioperasikan secara otomatis setiap hari dengan pengaturan waktu tertentu.
Terkait anggaran operasional, Ratnawi menyebut belum ada alokasi rutin pada tahun ini karena masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan evaluasi setelah uji coba penayangan rutin dilakukan untuk mengetahui kebutuhan biaya rata-rata per bulan sebelum dialokasikan dalam anggaran.

