Sejumlah video yang beredar di media sosial sejak Minggu (15/3/2026) siang memperlihatkan situasi memanas di tengah jalan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dalam rekaman tersebut tampak sekelompok pemuda terlibat keributan hingga saling baku hantam.
Keributan itu diduga terjadi saat kegiatan musik patrol menjelang sahur yang biasa digelar setiap malam Minggu. Berdasarkan penelusuran informasi warga, peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu dini hari di Jalan Raya Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.
Seorang warga setempat, Achmad Dasuki, membenarkan adanya kericuhan di wilayah Dusun Kedungdung, Desa Patereman. Ia menyebut, pada awalnya kegiatan musik patrol yang dikenal dengan sebutan musik “Orsaor” berlangsung kondusif.
Menurutnya, para pemuda dari berbagai desa berkumpul untuk menunjukkan kreativitas memainkan lagu menggunakan alat musik sederhana, seperti kentongan bambu hingga tong air berbahan plastik yang difungsikan sebagai drum.
“Benar, terjadi ricuh, tepatnya di Dusun Kedungdung, Desa Patereman. Awalnya kegiatan musik ‘orsaor’ berjalan sangat kondusif. Namun karena terjadi gesekan sehingga menjadi ricuh,” ujar Dasuki.
Hingga kini, pemicu keributan belum diketahui. Dalam situasi tersebut, Dasuki menyebut sempat ada tong air yang dilempar ke arah kerumunan yang bertikai.
Ia juga menjelaskan, pada malam itu jumlah peserta disebut lebih banyak dari biasanya karena bertepatan dengan malam Minggu terakhir di bulan Ramadan. Kondisi massa yang padat dinilai membuat situasi memanas dan berujung kericuhan antarkelompok.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun informasi yang beredar menyebutkan Polres Bangkalan masih berupaya melakukan mediasi terhadap kelompok-kelompok yang terlibat.

