Planetbumi merayakan tiga dekade perjalanan bermusik dengan merilis album Greatest Hits. Band indie asal Jakarta ini bertahan sejak era awal berkembangnya musik alternatif dan britpop di Indonesia, ketika referensi musik anak muda banyak dipengaruhi radio serta saluran televisi musik seperti MTV.
Di tengah dinamika industri dan perubahan prioritas hidup yang kerap membuat banyak band berhenti di tengah jalan, Planetbumi memilih terus berjalan dengan alasan yang mereka sebut sederhana. Vokalis Planetbumi, Nyoman, mengatakan bahwa mereka bermain musik untuk menikmati lagu-lagu yang disukai dan merasakan kebahagiaan saat memainkannya. Ia menegaskan popularitas bukan tujuan utama, karena masing-masing personel juga memiliki kehidupan sendiri.
Album Greatest Hits memuat sebelas lagu pilihan yang diambil dari empat album yang pernah mereka rilis sebelumnya. Rilisan ini didistribusikan oleh Tarsius Records, sublabel dari Anoa Records, dan dilengkapi liner notes yang ditulis oleh Harlan Boer.
Bagi Planetbumi, kehadiran tulisan Harlan menjadi nilai tambah. Selain dinilai memahami perjalanan musik mereka, Harlan juga disebut memiliki kedekatan personal dengan para personel band.
Planetbumi terbentuk pada 1996, saat skena musik indie lokal mulai berkembang pesat. Pada periode yang sama, Pure Saturday merilis album debut dengan pendekatan artistik yang berbeda dibanding rilisan “underground” sebelumnya. Dukungan media, termasuk Majalah Hai, ikut membuat musik indie semakin dikenal luas dan memicu antusiasme generasi muda.
Terinspirasi dari momentum tersebut, Planetbumi mulai menulis lagu berbahasa Indonesia, merekam karya, serta tampil di berbagai gig, dengan sambutan yang mereka sebut positif. Seiring berjalannya waktu, perubahan industri musik dan dinamika kehidupan menjadi tantangan tersendiri, namun semangat mereka untuk terus berkarya tidak benar-benar padam.
Hingga kini, Planetbumi masih diperkuat personel pendiri: Nyoman (vokal), Molly (bass), Helmi (gitar), dan Ekky (gitar).

