BERITA TERKINI
Planetbumi Rilis Kompilasi “Greatest Hits” untuk Menandai 30 Tahun Perjalanan di Jalur Indie

Planetbumi Rilis Kompilasi “Greatest Hits” untuk Menandai 30 Tahun Perjalanan di Jalur Indie

Band indie asal Jakarta, Planetbumi, merilis album kompilasi bertajuk Greatest Hits sebagai penanda 30 tahun perjalanan mereka di skena musik Indonesia. Rilisan ini menjadi perayaan atas keberlangsungan band yang sejak awal tumbuh di jalur independen—sebuah lintasan yang mereka jalani tanpa bertumpu pada popularitas arus utama.

Nyoman, vokalis sekaligus salah satu pendiri Planetbumi, mengatakan band tersebut tidak dibangun dengan ambisi besar untuk menjadi terkenal. Menurutnya, Planetbumi berangkat dari kecintaan pada musik dan kebahagiaan bermain bersama, sementara para personelnya juga menjalani kehidupan masing-masing di luar band.

“Sejak awal kami ngeband hanya untuk merasa bahagia memainkan musik yang kami suka. Tidak lebih dari itu. Popularitas bukan tujuan utama, karena kami juga menjalani kehidupan masing-masing di luar band,” ujar Nyoman.

Album kompilasi Greatest Hits memuat 11 lagu pilihan yang diambil dari empat album Planetbumi sebelumnya. Rilisan ini didistribusikan oleh Tarsius Records, sublabel dari Anoa Records. Planetbumi juga menyertakan catatan liner yang ditulis oleh Harlan Boer, yang telah lama mengikuti perjalanan band tersebut.

Keterlibatan Harlan Boer berangkat dari hubungan yang sudah terjalin sejak lama. Planetbumi dan Harlan berada dalam lingkar pertemanan yang terbentuk di skena gig independen Jakarta pada pertengahan 1990-an, khususnya di sekitar ruang pertunjukan Poster Cafe. Pada masa itu, Planetbumi dikenal kerap membawakan lagu-lagu The Smiths dan karya solo Morrissey, sementara band Harlan, Room V, identik dengan repertoar The Cure.

Dalam catatan liner, Harlan mengenang pertemuan awalnya dengan Nyoman di lingkungan kampus pada 1995. Ia mengingat Nyoman sebagai mahasiswa kurus berambut gondrong yang mengenakan kaos Morrissey dari album Your Arsenal, yang menurutnya mencerminkan kedekatan Planetbumi dengan kultur alternatif Inggris pada periode tersebut.

Planetbumi resmi terbentuk pada 1996, saat skena musik indie Indonesia mulai kembali menggeliat. Pada periode itu, band seperti Pure Saturday merilis album debut yang turut membuka jalan bagi estetika musik independen, didukung oleh media seperti Majalah Hai, dan menarik perhatian generasi muda yang kemudian dikenal sebagai “gelombang indie”.

Di tengah momentum tersebut, Planetbumi mulai menulis lagu sendiri dengan lirik berbahasa Indonesia. Mereka merekam materi secara mandiri dan tampil di berbagai gig independen yang bermunculan di Jakarta. Respons pendengar disebut cukup positif, menandai mulai terbukanya ruang bagi musik alternatif lokal.

Salah satu lagu Planetbumi, “Rindu”, sempat menjadi fenomena kecil setelah masuk ke tangga lagu Indolapan milik radio Prambors. Pencapaian itu dinilai unik karena Planetbumi saat itu berstatus band independen tanpa kontrak label besar, tetapi mampu bersaing dengan lagu-lagu yang dikirimkan perusahaan rekaman. Lagu tersebut bahkan bertahan selama dua pekan di posisi puncak.

Keberhasilan “Rindu” turut membuka peluang lebih besar bagi lagu-lagu band independen untuk diputar di radio. Perkembangan itu kemudian mendorong lahirnya program tangga lagu khusus musik indie bernama Indielapan.

Perhatian industri rekaman juga sempat datang. Pada 1997, Planetbumi mendapat tawaran dari Musica Studios untuk berpartisipasi dalam album kompilasi Pesta Group. Dalam proyek tersebut, “Rindu” dipilih sebagai single utama, dan Planetbumi menyumbangkan satu lagu lain berjudul “Embun Malam”.

Tiga dekade setelahnya, Planetbumi disebut masih bertahan dengan semangat yang sama seperti saat memulai. Band ini masih diperkuat formasi awal: Nyoman pada vokal, Molly pada bass, serta Helmi dan Ekky pada gitar.

Bagi Planetbumi, perilisan Greatest Hits dalam format piringan hitam dan kaset bukan hanya perayaan perjalanan panjang, tetapi juga penanda untuk langkah berikutnya. Mereka berencana kembali ke studio untuk merekam materi baru dan tampil di berbagai panggung bersama generasi band yang lebih muda.

Nyoman menegaskan, persahabatan menjadi kunci utama yang membuat Planetbumi bertahan selama ini. Ia juga menyebut pertemuan dengan teman-teman baru dalam perjalanan musik sebagai hal yang selalu mereka nantikan.