Jakarta — Kebutuhan fasilitas isolasi mandiri di Jakarta meningkat seiring bertambahnya kasus COVID-19. Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan PT Lintas Raya Terpadu (LRT) membantu pemerintah menyediakan tempat isolasi mandiri melalui pemanfaatan salah satu gedung milik perusahaan tersebut yang disulap menjadi “Rumah Pulih”.
Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said menyebut kolaborasi ini sebagai “Festival Tolong-menolong”, yakni upaya bersama lintas sektor untuk memperkuat ketahanan masyarakat selama pandemi. Ia menilai kerja sama semacam ini diperlukan agar dampak COVID-19 dapat dicegah.
“Ini terlaksana berkat persamaan semangat membantu sesama, termasuk peran PMI membantu Pemerintah ‘Fill the gap’ dengan kapasitas PMI yakni SDM, sarana dan jejaring,” kata Sudirman Said saat peresmian Rumah Pulih di Kantor PT LRT, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (5/8/2021).
Rumah Pulih merupakan bagian dari Gerakan Pulih Bersama yang digagas aktivis kemanusiaan dan para profesional, termasuk dokter, perawat, ahli kesehatan masyarakat, psikolog, serta eksekutif korporasi. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu pemulihan pasien COVID-19 tanpa gejala serta menekan penularan kasus baru, terutama di klaster keluarga.
Gerakan Pulih Bersama juga dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat yang harus menjalani isolasi mandiri agar tidak menambah beban rumah sakit dan tenaga kesehatan. Sudirman Said, yang juga Koordinator Nasional Forum Solidaritas Kemanusiaan, berharap inisiatif ini dapat berkembang di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan angka penyebaran COVID-19 yang masih tinggi.
Ia menambahkan, Rumah Pulih merupakan upaya “keroyokan” dengan pemeran utama Satuan Tugas COVID-19 di tingkat RW melalui pendekatan berbasis komunitas, menggunakan fasilitas isolasi mandiri di gedung atau tenda.
Direktur Utama PT LRT Wijanarko menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, PT LRT sebagai pelaku usaha ingin terlibat dalam upaya tolong-menolong itu. Ia menjelaskan, fasilitas tersebut awalnya disiapkan untuk karyawan yang berasal dari luar kota atau tinggal di rumah kos dan mengalami penolakan setelah dinyatakan positif COVID-19.
“Tapi karena kapasitasnya lumayan, kami usulkan untuk dimanfaatkan juga bagi warga sekitar yang isolasi mandiri,” ujar Wijanarko.
Gedung dua lantai itu dapat menampung pasien isolasi mandiri perseorangan maupun keluarga. Wijanarko menyebut kapasitasnya mencapai 50 pasien.

