BERITA TERKINI
Prabowo Paparkan Agenda Reformasi Pendidikan: Target Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Percepatan Digitalisasi

Prabowo Paparkan Agenda Reformasi Pendidikan: Target Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Percepatan Digitalisasi

Prabowo Subianto menyampaikan rencana reformasi pendidikan berskala besar yang menargetkan renovasi dan rehabilitasi infrastruktur sekolah hingga 300 ribu unit, disertai percepatan digitalisasi pendidikan secara nasional. Agenda ini disebut bertujuan meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sejumlah kesempatan publik, Prabowo menguraikan visi transformasi pendidikan yang mencakup perbaikan fasilitas sekolah secara masif, penguatan sarana pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Menurutnya, pembenahan menyeluruh diperlukan untuk menjawab tantangan struktural dan ketimpangan akses yang masih terjadi.

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah perbaikan kondisi fisik sekolah. Prabowo menekankan bahwa fasilitas belajar yang layak menjadi fondasi penting bagi proses pembelajaran, terutama bagi anak-anak di daerah tertinggal. Ia juga menyebut investasi renovasi sekolah diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal, termasuk membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

Selain infrastruktur, Prabowo menyoroti digitalisasi pendidikan sebagai langkah strategis menghadapi perkembangan era industri 4.0. Program digitalisasi yang dipaparkan mencakup penyediaan perangkat teknologi informasi, perluasan konektivitas internet berkecepatan tinggi hingga wilayah pelosok, serta pelatihan guru agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar.

Prabowo menyatakan transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan paradigma pembelajaran agar lebih adaptif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menilai penguatan kompetensi digital penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia bersaing di pasar kerja yang semakin menuntut keterampilan berbasis teknologi.

Agenda reformasi pendidikan ini diposisikan sebagai bagian dari platform politik yang menekankan pemerataan akses dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan penekanan pada pembangunan infrastruktur dan digitalisasi, Prabowo menyebut upaya tersebut ditujukan untuk memperkecil kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

Namun, rencana berskala besar ini juga menuntut pelaksanaan yang terukur. Implementasinya disebut memerlukan koordinasi lintas sektor, pengelolaan anggaran yang ketat, serta dukungan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar program berjalan efektif.