Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta, terutama melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, di The Ballroom Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Pramono mengatakan, pengalaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan kerja sama dengan BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat memberikan dampak nyata. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah lomba digitalisasi pasar yang disebut mampu meningkatkan transaksi hingga 47 persen.
Menurut Pramono, Pemprov DKI saat ini mendorong 153 pasar di Jakarta untuk menerapkan sistem pembayaran digital. Program tersebut dijalankan melalui mekanisme perlombaan, dengan BI dan OJK bertindak sebagai juri.
Dalam pelaksanaannya, perbankan nasional juga dilibatkan, termasuk bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Bank Jakarta. Perbankan memberikan pendampingan langsung kepada para pengelola pasar guna mendukung penerapan pembayaran digital.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menjelaskan bahwa pengukuhan Iwan Setiawan merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan yang telah dilakukan pada 12 Desember 2025, dalam rangkaian Rapat Evaluasi Strategis Bank Indonesia (RESBI) 2025.
Aida menyebut pengukuhan tersebut menjadi bagian dari suksesi kepemimpinan serta upaya memperkuat organisasi dan sumber daya manusia di Bank Indonesia. Ia juga menyoroti peran strategis DKI Jakarta dalam perekonomian nasional, dengan kontribusi ekonomi sekitar 17 persen, inflasi yang terjaga, serta sektor perbankan yang kuat.
Menurut Aida, pertumbuhan ekonomi Jakarta turut ditopang oleh pesatnya perkembangan digitalisasi sistem pembayaran sebagai hasil sinergi antara BI, Pemprov DKI, dan berbagai pemangku kepentingan. Ke depan, BI berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung visi pembangunan Indonesia dan Jakarta menuju 2045, dengan BI menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah pusat dan daerah.

