Kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya kreativitas mahasiswa. Dari lingkungan inilah band Prosfora muncul dan ikut meramaikan skena musik independen Yogyakarta. Kelompok musik ini lahir dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) musik Shymphonima di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, dan mulai dikenal setelah merilis EP berjudul Her Name Was Earth yang mengusung konsep musikal puitis.
Prosfora terbentuk pada 2022, berawal dari pertemuan empat mahasiswa MMTC yang semula diminta mengisi acara buka bersama di kampus. Dari penampilan tersebut, mereka merasa cocok dalam bermusik dan kemudian memutuskan membentuk band secara serius.
Nama Prosfora memiliki makna tersendiri. Istilah ini terinspirasi dari kata “prosphora”, roti persembahan dalam tradisi liturgi yang melambangkan ketulusan dan pemberian. Filosofi itu menjadi gambaran perjalanan mereka yang bermula dari pertemanan sederhana hingga berkembang menjadi kelompok musik dengan identitas yang kian kuat.
Band ini digawangi empat mahasiswa dengan karakter musikal berbeda. Nur Muhammad Alip memainkan gitar, Mayapada Princess Eza menjadi vokalis, Ahmad Nabiel Raharjo mengisi gitar, piano, dan bass sekaligus berperan sebagai komposer, sementara Abraham Samuel Kalauserang berada di drum. Keberagaman latar belakang personel turut memengaruhi warna karya yang mereka hasilkan.
Dalam proses kreatifnya, Prosfora sempat mengeksplorasi sejumlah genre, dari pop hingga alternatif, sebelum menemukan karakter yang paling sesuai. Mereka kemudian memilih perpaduan chamber pop dan musical theatre pop, dengan nuansa lembut, naratif, dan teatrikal sebagai ciri utama.
Sejak terbentuk, Prosfora aktif tampil di berbagai panggung kampus MMTC, di antaranya Showklik, PKKMB STMM, Alinea Journalism Fest, dan Spectapard. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mereka menghidupkan panggung musik mahasiswa di lingkungan kampus.
Prosfora juga mulai memperluas jangkauan penampilan ke luar MMTC. Mereka tercatat pernah tampil di Familiar Fest di Universitas ‘Aisyiyah, Festival Nagih Jajan di Taman Kuliner Condongcatur, serta panggung musik di Jogja City Mall dan Sleman City Hall.

