PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan Sumatera Barat pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Sinergi lintas sektor tersebut mencakup langkah tanggap darurat hingga rekonstruksi infrastruktur di daerah terdampak.
Rekonstruksi infrastruktur dilaksanakan di 10 wilayah di Provinsi Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, dan Pasaman Barat, serta Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, dan Padang.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemulihan dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian PU, Brantas Abipraya, BUMN Karya lainnya, TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat. Menurutnya, kolaborasi ini ditujukan agar penanganan pascabencana dapat diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin.
“Seluruh pihak bekerja hand in hand untuk memastikan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Dody.
Dody menambahkan, percepatan penanganan juga menjadi prioritas agar masyarakat terdampak dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan optimal.
Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero) Muhammad Toha Fauzi menyatakan perusahaan siap mendukung program pemulihan di Sumatera Barat, terutama pada rekonstruksi prasarana vital. “Melalui sinergi ini, kami memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak, terutama dalam pembangunan kembali infrastruktur. Setiap langkah pemulihan kami laksanakan secara terukur dan tepat sasaran,” kata Toha.
Fokus kolaborasi diarahkan pada pemulihan infrastruktur vital, termasuk fasilitas kesehatan, pendidikan, peribadatan, perekonomian, serta infrastruktur sosial lainnya, agar layanan publik kembali berjalan dan aktivitas masyarakat pulih secara normal.
Kehadiran Brantas Abipraya di lokasi terdampak juga disebut sebagai dukungan untuk menjaga konektivitas wilayah serta keselamatan masyarakat. Seluruh proses penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian PU dan para pemangku kepentingan, dengan menekankan aspek kecepatan, ketepatan, dan keselamatan kerja.
Bupati Agam Benni Warlis mengapresiasi komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung pemulihan di daerahnya. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian PU, dan BUMN konstruksi menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. “Sinergi ini sangat membantu daerah dalam mempercepat pemulihan, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

