Red Hot Chili Peppers (RHCP) resmi menjual seluruh katalog rekaman musik mereka kepada Warner Music Group dengan nilai kesepakatan USD 300 juta atau setara Rp5,2 triliun. Transaksi ini menempatkan penjualan katalog RHCP sebagai salah satu yang terbesar di industri rock modern.
Melalui akuisisi tersebut, Warner Music kini memegang kendali penuh atas diskografi rekaman RHCP. Hak yang berpindah tangan mencakup pendapatan dari platform streaming, pemutaran radio, penjualan album, hingga lisensi penggunaan musik untuk berbagai kepentingan komersial di masa mendatang.
Kesepakatan ini dinilai strategis karena katalog RHCP disebut sebagai salah satu aset berharga dalam sejarah rock modern, dengan estimasi pendapatan rutin mencapai USD 26 juta atau sekitar Rp454 miliar per tahun.
Keputusan melepas katalog rekaman ini diambil setelah para personel RHCP berhasil mengambil alih kembali kepemilikan master rekaman mereka pada tahun lalu. Sebelumnya, band tersebut sempat menawarkan katalog ke sejumlah pihak dengan target nilai awal mendekati USD 350 juta atau sekitar Rp6,1 triliun.
Warner Music dipilih karena memiliki rekam jejak panjang bersama RHCP, termasuk dalam perilisan dan pengawalan album-album ikonik seperti Blood Sugar Sex Magik (1991) dan Californication (1999).
Kesepakatan ini juga ditegaskan sebagai transaksi yang berbeda dari penjualan hak penerbitan (publishing rights) RHCP pada 2015. Pada saat itu, RHCP telah menjual hak penerbitan lagu-lagu mereka kepada Hipgnosis Songs Fund dengan nilai sekitar USD 150 juta atau sekitar Rp2,6 triliun.
Dengan rampungnya penjualan hak rekaman master ke Warner Music kali ini, RHCP kian mengukuhkan posisi mereka di jajaran musisi dengan aset katalog musik bernilai tinggi.