JAKARTA — Rhoma Irama menyalurkan bantuan pribadi sebesar Rp100 juta untuk para musisi dangdut yang tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) RAI dan ARDI, yang hingga kini hak royaltinya disebut belum dibayarkan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Langkah itu diambil di tengah situasi menjelang Idul Fitri, ketika kebutuhan ekonomi para seniman dinilai meningkat. Rhoma menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk empati kepada rekan-rekan musisi yang terdampak keterlambatan distribusi royalti.
Menurut Rhoma, mandeknya pendistribusian royalti berkaitan dengan persoalan sistemik dalam tata kelola baru yang sedang berjalan. Ia juga menekankan bahwa banyak musisi menggantungkan penghidupan pada hasil karya intelektualnya.
“Saya bisa merasakan gitu teman-teman ya. Saya ikut menyumbangkan uang 100 juta untuk bisa dibagikan lah,” ujar Rhoma Irama dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa, 17 Maret 2026.
Rhoma menyatakan sudah berkomunikasi dengan pimpinan LMKN, namun pembahasan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Ia juga mengaku sempat meminta agar royalti yang tidak diklaim (unclaimed royalty) dapat digunakan untuk membantu para musisi, setidaknya pada momen Lebaran.
“Saya sudah menyampaikan sama Fahmi (Komisioner LMKN), 'Tolong Lebaran ini selamatkan anak-anak dari unclaimed itu. Cobalah apa pun itu, selamatkanlah anak-anak ini karena Lebaran mau mudik.' Saya bilang, 'Coba itu dari unclaimed, bahwa formulanya seperti apa itu kita bahas next.',” tuturnya.
Di tengah kekecewaannya terhadap proses birokrasi yang dinilai menghambat hak ekonomi seniman, Rhoma tetap mengimbau anggota LMK untuk menjaga situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya akal sehat dan kesabaran dalam memperjuangkan keadilan royalti secara konsisten.

