Pada 20 Maret, penyanyi Vietnam Ung Hoang Phuc merilis video musik (MV) berjudul Where My Heart Takes Refuge, berkolaborasi dengan penyanyi Thu Thuy. Karya ini disebut menandai kembalinya Ung Hoang Phuc setelah periode yang diwarnai berbagai kontroversi dalam kehidupan pribadinya.
Lagu yang juga dikenal dengan judul Vietnam Chốn tim mình nương nạc (Tempat di Mana Hatiku Berlindung) merupakan balada bernuansa musik Tiongkok dengan lirik berbahasa Vietnam yang ditulis oleh Mai Fin. Ceritanya mengangkat kisah cinta yang dalam namun tidak terwujud. MV ini juga menandai 23 tahun kolaborasi Ung Hoang Phuc dan Thu Thuy sejak lagu hit mereka Mỗi người một nơi (Setiap Orang di Tempat yang Berbeda).
Namun, dua hari setelah dirilis, MV tersebut belum menarik perhatian besar. Di kanal YouTube Ung Hoang Phuc yang memiliki hampir 2 juta pelanggan, video itu tercatat meraih sekitar 19.000 penayangan hingga saat ini, angka yang dinilai mengecewakan jika dibandingkan dengan rata-rata capaian MV penyanyi pria dan kondisi pasar musik secara umum.
Di media sosial, respons terhadap Where My Heart Takes Refuge pun beragam. Sejumlah warganet mengkritik visual MV yang dianggap kurang menunjukkan investasi, karena kedua penyanyi hanya berdiri dan bernyanyi dalam satu bingkai tanpa perubahan latar yang berarti.
Selain aspek visual, melodi lagu juga dinilai sebagian penonton kurang memikat. Aransemen disebut kurang kreatif dibandingkan versi aslinya, sementara liriknya dikomentari terkadang klise dan tidak meninggalkan kesan yang kuat. Sejumlah komentar yang muncul antara lain menyarankan agar tim produksi mencari penulis lirik lain, menilai lagu terasa “cepat dan tiba-tiba”, hingga menyebut karya ini tidak membangkitkan emosi seperti lagu-lagu Ung Hoang Phuc sebelumnya.
Meski demikian, ada pula pendapat yang mendukung dan menilai lagu tersebut tetap mencerminkan gaya khas Ung Hoang Phuc.
Ung Hoang Phuc, kelahiran 1981, dikenal sebagai salah satu suara menonjol Vpop pada era 2000-an. Ia memiliki sejumlah lagu populer, di antaranya Rather Be Like That, I'm Looking for Myself, dan Nostalgia. Di antara karya-karyanya, Rather Be Like That disebut pernah menjadi fenomena musik dengan penjualan album lebih dari 55.000 kopi.

