BERITA TERKINI
Rhoma Irama Siapkan Tur “8 Dekade”, Tegaskan Musik Bukan Sekadar Hiburan

Rhoma Irama Siapkan Tur “8 Dekade”, Tegaskan Musik Bukan Sekadar Hiburan

Rhoma Irama memaknai konser bukan semata panggung hiburan, melainkan ruang untuk menyampaikan pesan. Pandangan itu ia sampaikan dalam Podcast Spesial RRI saat menjawab pertanyaan host Abby Zacky mengenai arti konser bagi dirinya menjelang usia 80 tahun pada 2026. “Music is not just for fun,” ujar Rhoma.

Bagi Rhoma, musik adalah medium nilai. Ia menekankan setiap lagu, lirik, dan penampilan seharusnya membawa dampak positif bagi pendengar. Karena itu, konser dipandangnya sebagai pertemuan antara hiburan dan tanggung jawab moral, sekaligus kelanjutan dari misi panjang yang ia jalani selama puluhan tahun untuk menyebarkan pesan kebaikan melalui musik populer.

Pandangan tersebut disebut sejalan dengan visi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI). Dalam podcast yang sama, Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI Yonas Markus Tuhuleruw menyampaikan penghormatan dan kebanggaannya karena RRI menjadi mitra media dalam konser tersebut. Menurut Yonas, Rhoma dan RRI berada pada frekuensi yang sama dalam memaknai hiburan sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter publik.

Yonas juga menegaskan RRI memiliki mandat menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan RRI dalam konser “8 Dekade Rhoma Irama” disebut bukan sekadar kerja sama promosi, melainkan bentuk komitmen institusional terhadap nilai-nilai yang diusung Rhoma.

Tur “8 Dekade Rhoma Irama” dijadwalkan berlangsung di delapan kota. Promotor konser, Milan dari PT Mardizu Citra Nusantara, menyebut rangkaian konser akan digelar di Cirebon, Kupang, Lombok, Jepara, Bangkalan, Bekasi, Palembang, dan Jakarta. Kota-kota tersebut dipilih untuk merepresentasikan keragaman geografis sekaligus basis penggemar Rhoma di berbagai daerah.

Selain menjadi mitra media, RRI juga akan memfasilitasi penjualan tiket konser di daerah-daerah penyelenggaraan. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap rangkaian pertunjukan.

Tur ini diposisikan bukan hanya sebagai perayaan usia atau nostalgia karier, melainkan penegasan bahwa musik dapat menjadi medium pesan dan refleksi sosial. Melalui konser dan kolaborasi tersebut, Rhoma kembali menekankan gagasannya tentang hiburan yang mendidik dan memberi arah bagi masyarakat.