BERITA TERKINI
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Bertahap Usai Banjir Lumpur

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Bertahap Usai Banjir Lumpur

ACEH TAMIANG — Aktivitas di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang berangsur pulih setelah banjir menyisakan lumpur setinggi betis orang dewasa yang menenggelamkan hampir seluruh ruang pelayanan. Di tengah bau tanah basah dan dinding yang masih berlumur sisa banjir, personel TNI dan Polri terlihat membersihkan area rumah sakit dari koridor hingga ruang perawatan.

Proses pembersihan dilakukan dengan menyapu, mengeruk, dan mengangkut lumpur dari berbagai sudut ruangan. Di ruang farmasi, petugas bersama relawan membersihkan peralatan yang tercampur lumpur, mulai dari botol obat, alat medis, hingga rak penyimpanan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong, termasuk memindahkan meja dan memulihkan ruangan yang terdampak.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dr. Andika Putra mengatakan operasional rumah sakit belum sepenuhnya kembali normal. Sejauh ini, layanan yang mulai berfungsi adalah Unit Gawat Darurat (UGD), ruang cuci darah, dan bagian farmasi.

“Yang sudah 100 persen siap itu UGD. Sedangkan ruang farmasi dan cuci darah sedang dalam proses finishing,” ujar Andika.

Dalam upaya pemulihan, Kementerian Kesehatan menurunkan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan beserta tim untuk membantu aktivasi UGD. Dukungan tersebut mencakup penyediaan alat radiologi X-ray mobile, perlengkapan medis, serta tambahan tenaga kesehatan, mengingat sebagian besar tenaga medis RSUD masih terdampak banjir.

“Untuk saat ini yang tersedia ada sekitar 20 tenaga medis. Kita butuh 50. Selain itu, proses pembersihan lumpur juga masih berjalan. Kita bersyukur TNI sudah membantu membersihkan rumah sakit ini,” tambahnya.

Pada hari pertama layanan dibuka kembali, belum ada pasien yang datang. Sementara itu, personel TNI masih terlihat hilir mudik membawa sekop dan selang air untuk mempercepat pembersihan. Dalam dua hari terakhir, sejumlah pegawai yang kondisinya mulai stabil juga telah kembali bekerja, dibantu relawan serta dukungan dari berbagai pihak.

Dengan kondisi sumber daya manusia yang belum sepenuhnya pulih, RSUD Muda Sedia memilih membuka layanan secara bertahap. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, kerja bersama lintas pihak di lingkungan rumah sakit menjadi penanda bahwa layanan kesehatan di Aceh Tamiang perlahan bangkit kembali.