BERITA TERKINI
Rumah Sakit di Vietnam Gelar Pasar Gratis dan Malam Musik untuk Pasien Selama Tet

Rumah Sakit di Vietnam Gelar Pasar Gratis dan Malam Musik untuk Pasien Selama Tet

Sejumlah rumah sakit di Vietnam menggelar kegiatan khusus untuk menghadirkan suasana Tet (Tahun Baru Imlek) bagi pasien yang harus menjalani perawatan selama masa liburan. Program tersebut mencakup pembagian hadiah, penyediaan makanan amal, hingga konser musik yang sekaligus menjadi ajang penggalangan dana bagi pasien kurang mampu.

Pada 7 Februari, Rumah Sakit Anak Nasional menyelenggarakan program “Musim Semi Cinta” yang dilengkapi “Pasar Gratis”. Kegiatan ini ditujukan untuk menghadirkan suasana meriah Tet dan memberikan hadiah bagi pasien anak yang tengah dirawat.

Wakil Direktur Rumah Sakit Anak Nasional, Dr. Hoang Minh Phuong, menjelaskan bahwa “pasar gratis” tersebut terdiri dari 48 kios. Berbagai barang khas Tet disediakan, antara lain permen, banh chung (kue beras tradisional Vietnam), buku, patung tanah liat, kaligrafi, selimut hangat, mainan, dan lainnya.

Menurut Dr. Phuong, setiap anak yang datang ke “pasar gratis” menerima hadiah tanpa dipungut biaya. Ia juga menyebut rumah sakit membuat sejumlah “pojok Tet” di lingkungan rumah sakit. Selain program “Musim Semi Cinta” yang berisi kegiatan seni dan pasar gratis, setiap bangsal turut mendekorasi pojok Tet agar anak-anak yang dirawat tetap dapat merasakan suasana perayaan.

Dalam rangkaian program yang disebut “Musim Semi Kasih Sayang”, lebih dari 2.000 hadiah disalurkan langsung kepada keluarga pasien anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kesulitan materi sekaligus menumbuhkan kepercayaan dan motivasi bagi orang tua yang mendampingi anak selama proses pengobatan yang panjang.

Dr. Phuong menambahkan, Rumah Sakit Anak Nasional menerima sekitar 4.000–5.000 kasus rawat jalan dan lebih dari 2.000 kasus rawat inap setiap hari. Selama Tet, rumah sakit akan melakukan skrining pasien, dan mereka yang kondisinya stabil akan dipulangkan agar dapat merayakan Tet bersama keluarga. Diperkirakan terdapat sekitar 1.300–1.500 pasien rawat inap selama masa Tet.

Selain pembagian hadiah, rumah sakit juga menyiapkan lebih banyak kegiatan amal di unit dan departemen, termasuk dukungan keuangan bagi anak-anak yang dirawat, pemberian uang keberkahan, serta pembagian hadiah. Selama liburan Tahun Baru Imlek, rumah sakit juga memastikan makanan amal tersedia secara gratis bagi anak-anak yang menjalani perawatan.

Di tempat lain, Rumah Sakit Bach Mai sebelumnya menggelar program seni amal berupa malam musik bertajuk “White Blouse – Pink Heart”. Acara tersebut diselenggarakan langsung di rumah sakit dan menampilkan penyanyi terkenal, seniman amatir, serta dokter dan perawat yang turut tampil dengan jas putih mereka.

Direktur Rumah Sakit Bach Mai, Profesor Madya Dr. Dao Xuan Co, juga ikut bernyanyi bersama staf rumah sakit. Ia mengatakan malam musik itu bertujuan menggalang dana untuk mendukung pasien miskin yang dirawat agar memiliki kondisi lebih baik untuk merayakan Tet, sekaligus membantu mereka menghadapi penyakit dengan lebih percaya diri.

Dr. Dao Xuan Co menekankan bahwa kedokteran tidak hanya berkaitan dengan sains, teknologi, atau protokol pengobatan, tetapi juga empati dan kasih sayang. Ia menyebut malam musik tersebut menjadi ruang berbagi, dengan musik sebagai jembatan yang menghubungkan hati.

Selain nilai spiritual, konser itu juga dimaksudkan memiliki dampak kemanusiaan yang praktis melalui pengumpulan dana untuk pasien yang berada dalam kesulitan, terutama mereka yang menjalani perawatan jangka panjang dan merayakan Tet jauh dari keluarga. Dalam kegiatan tersebut, 100 paket hadiah diserahkan langsung kepada pasien yang membutuhkan.