Pada 17 Maret 2016, musisi Vietnam Trần Lập meninggal dunia akibat kanker rektum pada usia 42 tahun. Kepergian pencipta sejumlah lagu yang dikenal luas seperti “The Road to Glory”, “Glass Rose”, dan “Soul of Stone” menjadi kabar duka yang mengejutkan banyak penggemar.
Bagi sebagian besar pecinta musik Vietnam, Trần Lập dipandang lebih dari sekadar seniman. Namanya kerap dikaitkan dengan sebuah fase penting dalam perkembangan musik Vietnam, ketika rock mulai lebih banyak dibicarakan dan lagu-lagu energik dari band Bức Tường (Tembok) hadir di berbagai ruang, menginspirasi banyak generasi.
Bersama Bức Tường, Trần Lập menempuh jalur yang mereka pilih sendiri: menciptakan lagu-lagu rock dalam bahasa Vietnam pada masa ketika rock asing masih sering dianggap sebagai tolok ukur. Di tengah skeptisisme dan keraguan, Trần Lập dan bandnya meninggalkan lebih dari 50 lagu yang dicintai pendengar, dengan banyak di antaranya bertahan melampaui waktu.
Lirik-lirik yang ditulis Trần Lập dikenal tidak bertumpu pada melankoli atau kesedihan sentimental. Sebaliknya, ia menyampaikan pesan kepada anak muda untuk berani menghadapi hidup dan cinta dengan semangat positif. Di dalamnya tersimpan gambaran kerasnya kehidupan, sekaligus kepolosan dan kebebasan yang kerap lekat dengan masa muda.
Sepuluh tahun setelah ia tiada, jejak karya Trần Lập disebut tetap terasa kuat. Lagu-lagu seperti “The Road to Glory”, “Soul of Stone”, “Glass Rose”, dan “Discovery” masih dibawakan di panggung, program televisi, acara berkumpul bersama teman, serta beredar di platform musik daring. Menariknya, bukan hanya pendengar yang tumbuh bersama Bức Tường yang terus mendengarkan, tetapi juga banyak anak muda—termasuk mereka yang lahir setelah lagu-lagu itu dirilis—yang mengaku menemukan resonansi dari karya-karya tersebut.
Sejumlah komentar penonton pada video-video Bức Tường turut menggambarkan daya hidup warisan itu. Ada yang menulis harapan agar anak dan cucu mereka kelak tetap mendengar musik seperti ini. Ada pula yang menyebut lirik “The Road to Glory” dan “Soul of Stone” pernah memotivasi mereka melewati masa-masa sulit di sekolah menengah, seraya menegaskan bahwa bagi mereka, sosok Trần Lập akan selalu hidup melalui musiknya.

