Sebuah sekolah musik di Teheran dilaporkan hancur setelah serangan udara menghantam bangunan tempat kegiatan belajar berlangsung. Insiden ini menambah tekanan terhadap warga sipil di tengah konflik yang masih berlanjut.
Sekolah tersebut adalah Honiak Music Academy, ruang belajar yang dibangun musisi Iran Hamidreza Afarideh bersama istrinya. Dalam dua tahun terakhir, akademi itu menampung sekitar 250 murid dari berbagai usia.
Sebelum kejadian, suasana kelas kerap diisi bunyi alat musik tradisional Persia. Para murid belajar memainkan setar, santur, dan instrumen lainnya.
Serangan udara terjadi pada 23 Maret. Bangunan yang terdampak juga menampung sejumlah usaha lain, termasuk sebuah klinik bersalin.
Tidak ada siswa maupun staf yang berada di lokasi saat ledakan terjadi. Pengelola sebelumnya telah menutup kegiatan belajar mengajar karena situasi keamanan yang memburuk.
Setibanya di lokasi, pemilik sekolah melihat asap tebal di sekitar area. Mereka baru dapat memasuki gedung setelah tim penyelamat menyelesaikan pemeriksaan.
Kerusakan paling berat terlihat di lantai empat. Dinding luar runtuh, jendela pecah, dan ruang akustik dilaporkan hancur total.
Hampir seluruh alat musik ikut rusak. Peralatan audio, televisi, serta fasilitas pengajaran lainnya juga tidak lagi dapat digunakan.
Pemilik sekolah memperkirakan kerugian mencapai sekitar US$42 ribu. Nilai tersebut disebut sangat besar di tengah tekanan ekonomi yang sedang dihadapi Iran.
Akademi itu juga menjadi tempat kerja bagi puluhan guru muda. Kini mereka kehilangan penghasilan sambil menunggu kepastian pemulihan.
Pihak pengelola menyatakan tengah mencari bantuan dari komunitas musik dan kementerian kebudayaan. Namun, proses pemulihan diperkirakan tidak mudah karena biaya yang terus meningkat.

