France 2 akan menayangkan serial drama L’Affaire Laura Stern mulai 11 Maret 2026, setelah sebelumnya dirilis secara eksklusif di HBO Max. Produksi France Télévisions ini dibuat oleh Frédéric Krivine dan Marie Kremer, serta disutradarai Akim Isker. Serial tersebut terdiri dari empat episode, masing-masing berdurasi 52 menit, dan mengangkat tema sosial kontemporer.
Cerita berpusat pada Laura Stern, seorang apoteker yang juga ibu rumah tangga sekaligus pendiri asosiasi Femmes Debout, organisasi yang mendampingi perempuan korban kekerasan. Hidupnya berubah ketika ia menyaksikan pembunuhan seorang anggota asosiasi itu tanpa mampu mencegahnya. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang menentukan arah hidup Laura selanjutnya.
Dilanda trauma dan merasa institusi hukum serta kepolisian gagal memberi perlindungan, Laura memutuskan melampaui batas yang selama ini dianggap terlarang. Ia meyakini keadilan tidak lagi mampu menjaga mereka yang terancam, lalu memilih jalan balas dendam melalui kekerasan demi melindungi orang lain. Keputusan itu memicu rangkaian peristiwa dengan konsekuensi yang tidak terduga.
Para pembuat serial ini memilih pendekatan yang sengaja dibuat tidak nyaman: menghadirkan tokoh yang “hampir biasa” dan mudah dikaitkan dengan penonton, sebelum kemudian menempatkannya pada tindakan yang secara moral sulit diterima. Alih-alih menawarkan pembenaran atau menjadikannya teladan, serial ini mengajukan pertanyaan tentang apa yang terjadi ketika mekanisme perlindungan kolektif tidak lagi berfungsi.
Valérie Bonneton memerankan Laura Stern, didukung Samir Guesmi, Pauline Parigot, Rym Foglia, Pascal Rénéric, Yannick Renier, Marie-Sophie Ferdane, Eva Huault, Darren Muselet, dan Catherine Amé. Serial ini diproduksi Tetra Media Fiction (bagian dari TM Studios) dengan Léa Gabrié dan Emmanuel Daucé, bekerja sama dengan Torcello Productions untuk France Télévisions.
L’Affaire Laura Stern telah diputar di sejumlah festival dan meraih penghargaan di CreaTVty 2025, dengan Valérie Bonneton mendapatkan predikat pemeran terbaik. Serial ini juga masuk nominasi di Festival Fiksi Televisi La Rochelle, serta disebut sebagai bagian dari tren serial Prancis yang berani menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan dan batas-batas respons institusi.

