BERITA TERKINI
Siamese Rilis Single “Drown” dan Video Musik Bernuansa Sinematik

Siamese Rilis Single “Drown” dan Video Musik Bernuansa Sinematik

Band modern metal asal Kopenhagen, Denmark, Siamese merilis single terbaru berjudul “Drown”. Lagu ini menjadi rilisan pertama mereka dalam dua tahun terakhir, sekaligus pembuka menuju album terbaru setelah dua karya sebelumnya, “Home” dan “Elements”, yang sempat mendapat sambutan luas dari pendengar rock dan metal modern.

Bersamaan dengan perilisan lagu, Siamese juga memperkenalkan video musik resmi yang menonjolkan sisi emosional dari komposisi “Drown”. Video tersebut dirilis melalui kanal YouTube Long Branch Records.

Video musik “Drown” disutradarai oleh Rolf Glumsøe Dragsted, yang juga terlibat dalam pengolahan efek visual berbasis kecerdasan buatan. Adapun konsep artistik dirancang oleh Janus G Hansen. Kolaborasi keduanya menghadirkan visual bernuansa sinematik dengan pendekatan yang menggabungkan pengambilan gambar konvensional dan manipulasi visual digital.

Secara konsep, video “Drown” dibangun seperti potongan adegan dari film panjang. Atmosfer gelap ditonjolkan untuk mengikuti karakter musik Siamese yang dikenal emosional dan dramatis. Perpaduan gambar nyata dan elemen visual berbasis AI disusun dengan transisi yang halus, menghasilkan pengalaman visual yang kuat tanpa terasa berlebihan.

Narasi video mengikuti perjalanan seorang anak yang digambarkan tengah mencari arah hidup. Di sela alur cerita, ditampilkan pula potongan adegan para personel Siamese yang memainkan lagu dengan latar visual minimalis dan atmosferik. Susunan gambar tersebut membangun dialog antara performa band dan cerita simbolik yang menjadi inti video.

Latar kisah berlangsung di sebuah gorong-gorong kota besar yang dipenuhi air. Suasana lembap dan suram menciptakan kesan terisolasi, yang digambarkan sebagai metafora kondisi batin yang penuh tekanan. Di tempat itu, sang anak bertemu sosok misterius yang muncul dari dalam air, digambarkan sebagai seorang putri yang seolah datang untuk menolong.

Pada awalnya, sosok tersebut tampak seperti penyelamat dan mengajak anak itu menyelam, seakan menjanjikan dunia lain yang lebih tenang. Namun seiring adegan berjalan, suasana berubah semakin gelap. Alih-alih memberi keselamatan, putri dari air itu justru berusaha menenggelamkan sang anak.

Konflik ini menjadi titik dramatis video. Sang anak berjuang melepaskan diri dari cengkeraman sosok tersebut, sementara ketegangan visual diperkuat oleh ritme musik yang kian intens. Hubungan antara narasi gambar dan dinamika lagu dibangun untuk saling menguatkan.

Setelah pergulatan, anak itu akhirnya berhasil membebaskan diri dan kembali ke permukaan. Ia muncul dari air sambil berteriak, menjadi momen pelepasan dari tekanan yang hampir menenggelamkannya. Adegan penutup tersebut memberi kesan bahwa upaya bertahan kerap bersumber dari kekuatan di dalam diri sendiri.

Dengan pendekatan visual simbolik, video musik “Drown” tidak hanya hadir sebagai pelengkap lagu, tetapi juga memperdalam makna yang ingin disampaikan Siamese. Kisah tentang tenggelam, bertahan, dan kembali ke permukaan menjadi metafora pergulatan emosional manusia saat menghadapi tekanan hidup.