Duka masih menyelimuti keluarga besar SMPN 7 Sawahlunto setelah BE (15), salah seorang siswa, ditemukan meninggal di ruang kelas. Sejak peristiwa itu, para siswa belum memulai kegiatan belajar, meski tetap hadir di sekolah.
Untuk menenangkan sekaligus memulihkan kondisi emosional siswa, Camat Barangin Irma Mulyadi menggagas kegiatan pemulihan yang menggabungkan pendekatan agama dan psikologis, Jumat (31/10). Seluruh siswa dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu, tausiah agama disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Barangin, Adrimas. Sementara pemulihan emosional secara psikologis diberikan oleh Gusnelly. Penguatan mental turut disampaikan Pelda Dedet Supriatna dari Koramil Sawahlunto bersama Babinkamtibmas Kecamatan Barangin. Kegiatan juga dihadiri Lurah Saringan Marta Dinata Ittaro dan didampingi Kepala Sekolah Sudirman.
Irma Mulyadi juga membuka ruang bagi siswa yang ingin berbagi persoalan. Ia menawarkan agar siswa dapat menghubunginya secara langsung. “Kalau ada yang punya masalah, silakan telepon ibuk. Ibuk siap mendengarkan kalian,” ujarnya sambil menyebutkan nomor telepon.
Hal serupa disampaikan Gusnelly yang memberikan materi pemulihan psikologis. Ia juga menawarkan nomor telepon sebagai saluran bagi siswa yang ingin curhat.
Irma berharap para siswa tidak hanya kembali ke rutinitas belajar, tetapi juga pulih secara emosional dan spiritual. Menurutnya, kehilangan teman sekelas dapat meninggalkan luka batin, dan kegiatan ini ditujukan untuk membantu siswa menghadapinya melalui kekuatan iman serta dukungan psikologis.

