PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menatap tahun 2026 dengan sejumlah katalis pertumbuhan setelah kinerjanya melemah pada tahun lalu. Perusahaan menilai ada ruang pemulihan kinerja yang didorong oleh penjualan lahan kawasan industri serta pemulihan pendapatan berulang dari segmen perhotelan.
Sepanjang periode Januari hingga September 2025, SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,31 triliun. Perolehan tersebut turun 14,15% secara tahunan (year on year/yoy).
Di sisi profitabilitas, laba bersih SSIA tercatat merosot 97,17% menjadi Rp 6,46 miliar pada periode yang sama.
Dengan capaian tersebut, perhatian pelaku pasar tertuju pada peluang pemulihan pada 2026, terutama dari kontribusi penjualan lahan di kawasan industri dan kembalinya pendapatan berulang dari bisnis perhotelan.

