BERITA TERKINI
Studi: Hubungan yang Sehat Dikaitkan dengan Tekanan Darah Lebih Baik dan Kecemasan Lebih Rendah

Studi: Hubungan yang Sehat Dikaitkan dengan Tekanan Darah Lebih Baik dan Kecemasan Lebih Rendah

Sejumlah temuan ilmiah menunjukkan bahwa kualitas hubungan—bukan semata status hubungan—berkaitan dengan berbagai indikator kesehatan fisik dan mental. Dalam beberapa riset, hubungan yang penuh kasih dan stabil dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih baik, kecemasan yang lebih rendah, hingga kemampuan mengelola stres.

Peneliti menemukan bahwa orang yang menjalani pernikahan dengan bahagia cenderung memiliki tekanan darah yang baik. Menariknya, hasil serupa juga terlihat pada sebagian orang yang lajang. Sebaliknya, tekanan darah yang tidak sehat lebih sering ditemukan pada mereka yang menikah tetapi tidak bahagia.

Temuan ini mendukung gagasan bahwa hubungan positif lain di luar pernikahan juga dapat memberikan manfaat. Orang yang lajang namun memiliki jaringan sosial yang kuat, misalnya, turut menunjukkan hasil positif dalam studi tekanan darah—meski disebutkan tidak sebaik kelompok yang menikah dan bahagia.

Dari sisi kesehatan mental, penelitian juga menyoroti kaitan antara hubungan dan kecemasan. Hubungan yang penuh kasih dan stabil dinilai lebih unggul dalam hal kecemasan dibanding romansa yang masih baru.

Para peneliti di State University of New York menggunakan pemindaian MRI fungsional (fMRI) untuk melihat aktivitas otak orang yang sedang jatuh cinta. Mereka membandingkan pasangan baru yang penuh gairah dengan pasangan bahagia yang sudah lama menjalin hubungan.

Kedua kelompok menunjukkan aktivasi di bagian otak yang berhubungan dengan cinta yang intens. Namun, terdapat perbedaan mencolok di area otak lainnya. Pada hubungan jangka panjang, terlihat aktivasi di area yang terkait dengan ikatan serta lebih sedikit aktivasi di area yang menghasilkan kecemasan.

Studi fMRI juga mengungkap adanya lebih banyak aktivasi di bagian otak yang mengendalikan rasa sakit pada pasangan jangka panjang. Temuan ini mengarah pada kemungkinan bahwa hubungan yang stabil berkaitan dengan mekanisme pengendalian rasa sakit yang lebih kuat.

Selain itu, peneliti menyebut ada bukti yang menunjukkan hubungan antara dukungan sosial dan manajemen stres. Ketika seseorang menghadapi pemicu stres dan mendapatkan dukungan dari orang yang mencintainya, situasi tersebut dapat dihadapi dengan lebih baik.

Pada akhirnya, salah satu manfaat yang kerap dikaitkan dengan jatuh cinta adalah meningkatnya rasa bahagia. Penelitian disebut mulai mengungkap seberapa kuat kaitan antara pengalaman tersebut dan kebahagiaan.