Program seni berskala besar “Sound of Vietnam” atau “Suara-Suara Vietnam” digelar bertepatan dengan peringatan 70 tahun Akademi Musik Nasional Vietnam dan 17 tahun Orkestra Tradisional Nasional Vietnam. Lebih dari sekadar perayaan, program ini menampilkan tekad para pelaku musik tradisional untuk menghadirkan warisan musik Vietnam dalam kehidupan masa kini melalui kreativitas yang tetap berakar pada identitas nasional.
Di tengah lanskap musik modern yang terus berubah, keberlanjutan orkestra tradisional—yang terus berkembang, berinovasi, serta mempertemukan seniman ternama dengan generasi siswa—dipandang sebagai penanda penting. Program ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa musik tradisional Vietnam memiliki vitalitas untuk tetap hidup dan relevan di era baru.
Direktur Akademi Musik Nasional Vietnam, Dr. Quoc Hung, yang juga menyandang gelar Seniman Rakyat, menegaskan bahwa “Suara-Suara Vietnam” tidak hanya dimaksudkan sebagai konser peringatan, melainkan cerminan visi dan semangat pewarisan para pekerja musik tradisional saat ini. Ia menyebut program tersebut membawa pesan pelestarian, pengembangan, dan upaya mengintegrasikan musik tradisional Vietnam ke dalam kehidupan kontemporer dengan cara yang lebih kuat, lebih mendalam, dan lebih mudah diakses publik.
Menurut Quoc Hung, program ini juga memuat aspirasi lebih besar, yakni membangun Orkestra Nasional Vietnam yang profesional, layak mewakili kedalaman budaya bangsa, serta mampu tampil di panggung internasional dengan identitasnya sendiri.
“Suara-Suara Vietnam” disusun sebagai perjalanan artistik yang merangkum kekayaan budaya dari berbagai wilayah. Program dibuka dengan dentuman drum dalam “The Drum of Lac Hong”, lalu bergerak melalui warna musik Utara, Tengah, dan Selatan. Di dalamnya, tradisi dipertemukan dengan kontemporer, karya klasik disandingkan dengan komposisi baru yang ditulis untuk orkestra tradisional.
Penonton berkesempatan menikmati karya-karya yang disebut bernilai seni tinggi, seperti “Ông Gióng” karya komposer Xuân Khoát, yang disebut sebagai karya besar pertama yang ditulis untuk orkestra tradisional Vietnam. Sejumlah komposisi baru juga ditampilkan, antara lain “Homeland Melody” (Hong Thai), “Vietnam Fantasy” (Ho Hoai Anh), “Harmonious Country” (Pham Ngoc Khoi), serta “One Unified Nation” (Duong Duc Thuy) yang diselesaikan pada awal 2026 dan dipilih untuk pertunjukan perdananya dalam program ini.
Kehadiran karya dari berbagai generasi komposer dalam satu panggung dibaca sebagai penanda bahwa musik rakyat Vietnam tidak berhenti sebagai nostalgia, melainkan terus berevolusi dan memperluas kemungkinan ekspresinya dalam konteks kehidupan kontemporer. Kolaborasi musisi senior dan komposer muda juga menjadi bukti bahwa musik tradisional Vietnam dinilai masih hidup dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Sejumlah karya dalam program ini disebut berangkat dari semangat pewarisan warisan budaya yang diakui UNESCO, seperti nyanyian rakyat Quan Ho, nyanyian rakyat Vi Giam, dan musik Hue. Dari fondasi tersebut, para musisi mengembangkan karya-karya baru yang merefleksikan semangat masa kini tanpa meninggalkan esensi Vietnam.
Salah satu sorotan “Suara-Suara Vietnam” adalah penampilan solo, duet, dan grup yang menampilkan kekayaan teknik dan emosi. Di antaranya Konserto “Matahari Terbit” untuk kecapi bulan yang dibawakan Seniman Rakyat Co Huy Hung; “Au O Vi Dau” dengan kecapi bầu oleh Seniman Berjasa Le Chi dan Le Giang; serta “Czardas” yang memadukan kecapi t’rưng dan nhị melalui permainan Seniman Rakyat Hoa Dang dan seniman Hai Dang.
Seniman Rakyat Pham Ngoc Khoi menilai penampilan seperti “Czardas” menunjukkan perkembangan alat musik tradisional Vietnam saat ini. Menurutnya, alat musik tradisional tidak lagi terbatas pada repertoar tradisi, tetapi telah diperluas untuk memainkan berbagai jenis musik, termasuk karya-karya internasional berskala besar. Hal ini dinilai membuka peluang bagi orkestra tradisional Vietnam untuk tampil di panggung besar dengan posisi setara, berintegrasi dengan dunia sambil mempertahankan identitas khas.
Selain musik instrumental, program ini juga menampilkan sisi vokal musik tradisional Vietnam melalui lagu-lagu seperti “Xa Khơi”, “Chiếc Khăn Piêu”, dan “Hồ Chí Minh Đẹp Nhất Tên Người”. Sejumlah penyanyi yang disebut dicintai publik turut tampil, antara lain Associate Professor, Doctor, Meritorious Artist Tân Nhàn, serta Anh Thơ dan Trọng Itu. Paduan orkestra tradisional dengan vokalis yang akrab bagi penonton diharapkan menghadirkan momen emosional sekaligus mendekatkan musik tradisional kepada khalayak luas.
Makna lain yang ditekankan dalam “Suara-Suara Vietnam” adalah kesinambungan lintas generasi. Orkestra mempertemukan para Seniman Rakyat veteran dengan siswa yang masih remaja, membentuk gambaran alur pewarisan yang berkelanjutan dalam pelestarian dan pengembangan musik tradisional Vietnam.
Co Huy Hung, Kepala Departemen Musik Tradisional, menyampaikan bahwa Orkestra Rakyat Nasional Vietnam di bawah Akademi Musik Nasional Vietnam didirikan pada 2009 dan menjadi tonggak penting bagi musik tradisional Vietnam di era baru. Sejak awal, orkestra menargetkan penampilan karya-karya baru, membuka ruang kreatif bagi musisi Vietnam, dan berkontribusi pada perkembangan musik nasional.
Dalam perjalanannya, orkestra terlibat dalam berbagai program artistik berskala besar, tampil di acara nasional serta program pertukaran internasional. Melalui pengalaman tersebut, para seniman disebut semakin yakin musik rakyat Vietnam memiliki karakter unik dan mampu memberi dampak di tingkat kawasan.
Namun, di balik panggung, tantangan tetap ada. Seniman Rakyat Hoa Dang, Wakil Kepala Departemen Musik Tradisional, mengungkapkan kekagumannya pada dedikasi para seniman dan dosen. Ia menyebut latihan untuk “Suara Vietnam” berlangsung lebih dari sebulan, dengan latihan harian yang tekun meski belum disertai kompensasi karena orkestra tidak memiliki anggaran operasional sendiri. Meski demikian, para konduktor dan musisi tetap berlatih dengan antusias sebagai wujud kecintaan pada musik tradisional.
Quoc Hung menegaskan tujuan besar program ini bukan semata suksesnya sebuah pertunjukan, melainkan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi musik rakyat Vietnam. Dalam waktu dekat, Orkestra Tradisional Nasional Vietnam disebut berencana menampilkan program tematik setiap tiga bulan untuk mendekatkan musik tradisional kepada masyarakat.
Co Huy Hung juga menyoroti bahwa Vietnam kini membangun banyak orkestra simfoni berskala besar. Ia menilai jika Orkestra Nasional Vietnam tidak berkembang lebih kuat, hal itu dapat menjadi “penghinaan terhadap leluhur kita”. Karena itu, meski menghadapi kesulitan, orkestra tetap berupaya menciptakan lingkungan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, menjaga agar karya-karya yang ditulis untuk orkestra tradisional tidak hilang, sekaligus memperluas jangkauan publik melalui program seperti “Suara-Suara Vietnam”.
Dalam dunia hiburan modern yang kian dinamis, musik tradisional Vietnam dinilai tidak cukup bertahan hanya dengan mempertahankan bentuk asli, melainkan perlu menemukan cara berdialog dengan audiens masa kini. Melalui ragam bunyi kecapi bầu, kecapi nguyệt, hingga harmoni penuh orkestra, “Suara-Suara Vietnam” menegaskan bahwa musik tradisional Vietnam bukan hanya jejak masa lalu, tetapi juga dapat menjadi suara masa kini dan masa depan—melestarikan identitas nasional sekaligus bertransformasi untuk berintegrasi dengan dunia.