Suga, anggota grup BTS, terlibat dalam penulisan sebuah buku panduan yang memperkenalkan pendekatan berbasis musik untuk membantu pengembangan keterampilan sosial. Buku tersebut dijadwalkan rilis pada Kamis ini, menurut keterangan Rumah Sakit Severance di Seoul.
Buku itu membahas program MIND—singkatan dari Musik, Interaksi, Jaringan, dan Keberagaman—yang dirancang untuk mendukung anak-anak dan remaja dengan gangguan spektrum autisme melalui keterlibatan musik yang terstruktur.
Penulisan buku dilakukan bersama tim peneliti yang dipimpin Cheon Keun Ah, profesor psikiatri Universitas Yonsei. Cheon disebut sebagai penulis utama. “Kami berharap melalui buku ini, para ahli dan terapis domestik dan internasional dapat berbagi filosofi dan prosedur program MIND serta menerapkannya dalam praktik klinis yang sebenarnya,” kata Cheon.
Cheon juga menyampaikan bahwa berbagai penelitian menunjukkan pengalaman kolektif melalui musik dapat meningkatkan hubungan sosial dan perkembangan emosional. Ia menilai program MIND penting sebagai salah satu upaya awal untuk membawa pendekatan tersebut ke lingkungan klinis.
Buku ini merinci program MIND yang dikembangkan Suga dan Cheon sejak tahun lalu. Program ini disebut berbeda dari model pelatihan sosial tradisional yang banyak bergantung pada pemahaman bahasa dan kemampuan kognitif. Dalam MIND, peserta didorong membangun keterampilan interpersonal lewat aktivitas seperti memilih instrumen dan tampil dalam kelompok.
Melalui kegiatan tersebut, pasien muda dapat memilih alat musik dan berpartisipasi dalam permainan ansambel, sehingga memperoleh pengalaman berharmoni dengan orang lain secara alami. Program ini juga ditujukan menjadi model klinis baru yang melengkapi keterbatasan pelatihan keterampilan sosial yang telah ada.
Secara struktur, program MIND terdiri dari 12 sesi yang berkembang bertahap, mulai dari interaksi dasar hingga kesadaran emosional, komunikasi, dan pembuatan musik kolaboratif.
Rumah Sakit Severance menyatakan Suga aktif terlibat dalam pengembangan program, termasuk berbagi ide sejak tahap perencanaan dan berpartisipasi sebagai instruktur sukarelawan dalam edisi percontohan. Ia mulai bekerja sama dengan Cheon pada 2024, dengan kesamaan pandangan mengenai perlunya dukungan jangka menengah hingga panjang untuk penanganan gangguan spektrum autisme pada anak-anak dan remaja.
Pada Juni tahun lalu, Suga juga menyumbangkan 5 miliar won (sekitar Rp 57 miliar) kepada Rumah Sakit Severance untuk mendirikan pusat perawatan khusus autisme. Pusat tersebut dinamai Pusat Min Yoongi—menggunakan nama asli Suga—dan dibuka pada 30 September tahun lalu, dengan Cheon sebagai direktur pertamanya.

