Upaya penguatan industri garam dalam negeri terus didorong di tengah masih tingginya ketergantungan pada garam impor. Sejumlah pelaku usaha menilai garam lokal memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
PT Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan garam, menargetkan volume produksi pada 2026 di kisaran 90 ribu hingga 100 ribu ton. Target tersebut disiapkan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan serta respons atas tren permintaan yang dinilai terus meningkat.
Purchasing PT Sumatraco Langgeng Makmur, Mohammad Ishak, mengatakan target itu disusun berdasarkan evaluasi kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir dan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan pasar. “Untuk tahun 2026, kami menargetkan volume produksi di kisaran 90 ribu sampai 100 ribu ton. Angka ini kami nilai realistis dan terukur karena langkah-langkah penguatan produksi sudah kami siapkan sejak awal,” ujarnya, Selasa (20/1).
Ishak menuturkan, perusahaan menempatkan konsistensi kualitas sebagai kunci menghadapi persaingan, terutama dengan garam impor. Karena itu, Sumatraco tidak hanya berfokus pada peningkatan volume, tetapi juga memperkuat kerja sama jangka panjang dengan mitra bisnis serta membenahi sistem pengadaan agar lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Selain itu, perusahaan memetakan potensi permintaan dari berbagai wilayah, termasuk kawasan industri dan proyek-proyek strategis nasional yang diproyeksikan tumbuh pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi tepat waktu.
“Fokus kami bukan sekadar mengejar angka produksi. Keberlanjutan usaha tetap menjadi prioritas. Kami ingin tumbuh sehat tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan mitra,” kata Ishak.
Untuk mendukung target produksi, PT Sumatraco Langgeng Makmur juga memperkuat koordinasi internal antartim. Menurut perusahaan, sinergi internal diperlukan agar rangkaian proses, mulai produksi hingga distribusi, berjalan lebih efektif dan efisien.
Dengan target yang disebut ambisius namun terukur, Sumatraco menyatakan optimistis dapat memperkuat posisinya di sektor garam nasional. Perusahaan juga berharap langkah tersebut berkontribusi pada penguatan industri garam lokal dan mendukung kemandirian pangan Indonesia pada 2026.

