BERITA TERKINI
Tarawangsa, Tradisi Musik Ritual Sunda yang Berakar dari Kehidupan Agraris Rancakalong

Tarawangsa, Tradisi Musik Ritual Sunda yang Berakar dari Kehidupan Agraris Rancakalong

Tarawangsa merupakan kesenian tradisi Sunda yang lahir dari kehidupan agraris masyarakat Rancakalong, Jawa Barat. Kesenian ini berfungsi sebagai upacara ritual yang berkaitan dengan religiusitas, terutama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan kepada Nyi Pohaci, yang dikenal sebagai Dewi Padi.

Dalam jurnal Praktik Ritual Tari Tarawangsa pada Sajian Bentuk Garap Pohaci (Tembang Tubuh Padi) karya Sari Mulyati dan Lili Suparli, Tarawangsa dijelaskan sebagai tradisi musik ritual yang memiliki ciri khas tersendiri di masyarakat Sunda. Instrumen utamanya berupa alat musik sejenis gesek dan kacapi, yang menghasilkan alunan nada khas serta membangun atmosfer sakral ketika dimainkan.

Tarawangsa dikenal sebagai perpaduan permainan alat musik gesek dan petik. Pertunjukannya umumnya dilakukan secara berpasangan, menghadirkan harmoni yang membangkitkan suasana hening, mengundang renungan, dan memperkuat nuansa ritual dalam pelaksanaannya.

Keberadaan Tarawangsa sangat lekat dengan tradisi agraris di Jawa Barat. Selain dipandang sebagai hiburan, musik ini juga dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang dapat mendekatkan manusia dengan alam, sejalan dengan konteks masyarakat yang hidup dari siklus tanam dan panen.

Tarawangsa juga terkait erat dengan Ritual Pohaci atau yang disebut sebagai Tembang Tubuh Padi. Ritual ini merupakan ungkapan syukur atas panen padi, dan Tarawangsa menjadi bagian inti dalam rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada Pohaci Sanghyang Sri.

Di luar fungsi spiritual, Tarawangsa turut berperan dalam kehidupan sosial masyarakat agraris. Melalui ritual, warga desa berkumpul, berbagi rasa syukur, serta mempererat solidaritas dan hubungan sosial di lingkungan mereka.

Lebih jauh, Tarawangsa tidak hanya dipahami sebagai tradisi pertunjukan, tetapi juga mengandung makna filosofis. Di dalamnya tersimpan pesan simbolis serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda.