Kontroversi musik yang sepenuhnya dihasilkan kecerdasan buatan (AI) di layanan streaming kembali menguat. Spotify belakangan menjadi sorotan pengguna karena dinilai semakin banyak memuat konten musik AI, seiring teknologi yang kian canggih dan membuat karya buatan mesin sulit dibedakan dari musik yang dibuat manusia.
Pendiri dan CEO Neural Frames, Nicolai Klemke, menilai batas antara musik AI dan musik tradisional semakin kabur. Ia menyebut upaya memisahkan keduanya saat ini mirip seperti mencoba menghindari musik yang memakai synthesizer pada awal 1970-an, karena teknologi pada akhirnya menjadi bagian dari musik.
Meski demikian, sejumlah indikator masih dapat dipakai pendengar untuk mengenali dugaan musik buatan AI di Spotify. Berikut tiga cara yang kerap disarankan para pelaku industri, sekaligus langkah yang bisa ditempuh untuk melaporkannya.
1. Periksa diskografi artis
Cara awal yang bisa dilakukan adalah meninjau diskografi artis, bukan hanya melihat sampul album. Diskografi yang baru muncul satu hingga dua tahun terkadang memunculkan kecurigaan, meski hal ini tidak otomatis berarti artis tersebut buatan AI karena bisa saja merupakan musisi baru.
Indikator lain adalah pola produktivitas. Umumnya, musisi memiliki jeda waktu yang cukup antarperilisan. Sebaliknya, proyek yang diduga dihasilkan AI bisa merilis lagu dalam jumlah besar dalam waktu singkat sesuai kebutuhan pembuatnya.
Contoh yang disebut dalam laporan BBC adalah Sienna Rose, yang dilaporkan merilis lebih dari 45 lagu pada rentang 28 September hingga 5 Desember tahun lalu. Angka tersebut dinilai tidak realistis bahkan untuk musisi yang dikenal produktif.
Caleb Johnstone, Direktur SEO di Paperstack, mengatakan ia kerap melihat profil artis virtual yang tidak meninggalkan jejak digital, namun mengunggah musik dengan kecepatan luar biasa tanpa aktivitas promosi. Menurutnya, pola seperti ini jarang ditemukan pada musisi yang sah.
2. Cermati keberadaan media sosial
Kehadiran media sosial kerap menjadi bagian penting dari karier musisi. Karena itu, minimnya atau tidak adanya aktivitas media sosial dapat menjadi tanda yang patut dicermati, termasuk konsistensi metadata artis.
Selain mengumumkan rilisan baru, musisi biasanya membagikan aktivitas seperti proses di studio, pertunjukan langsung, wawancara pers, atau informasi tur. Ketiadaan konten semacam ini bisa menjadi sinyal peringatan.
Philip Heusser, Presiden dan Co-Founder Motif Motion animation studio, menyebut komposer yang otentik umumnya rutin berbagi momen studio, penampilan langsung, atau kisah personal yang menunjukkan perjalanan mereka. Menurutnya, keterkaitan antara isyarat visual dan audio dengan aktivitas di internet sering membantu menilai apakah musik dibuat AI atau manusia.
Namun, keberadaan media sosial saja tidak selalu menjadi penentu. Sebagian artis yang diduga hasil AI juga bisa aktif daring. Tanda lain yang disebut antara lain tidak menjadi artis terverifikasi di platform streaming, jumlah pengikut rendah, serta tampilan unggahan yang dinilai tidak terkurasi.
3. Dengarkan karakter suara yang terasa “generik”
Beberapa pendengar mengaitkan musik AI dengan suara “desisan” tertentu, meski ciri ini semakin sulit dikenali seiring peningkatan kualitas model AI. Karena itu, pendengar disarankan memperhatikan detail audio lain.
Psients, ilmuwan yang beralih menjadi artis, menyarankan untuk mencermati karakter instrumen tertentu—misalnya “retakan” snare drum atau petikan gitar. Dalam musik AI, menurutnya, bagian-bagian itu kerap terdengar lebih “lembut” atau “empuk” dan kurang memiliki dampak fisik yang tajam seperti instrumen sungguhan.
Selain itu, musik AI disebut cenderung terdengar generik karena pola ketukan yang berulang dan kurang berani. Paul DeMott, Chief Technology Officer Helium SEO, menyarankan pendengar memperhatikan pola melodi yang berulang dan progresi akor yang mudah diprediksi di lagu-lagu berbeda. Ia menilai model AI cenderung mendaur ulang pola umum demi keakraban; jika beberapa trek memiliki hook atau pola drum nyaris identik dengan sedikit perbedaan, ada kemungkinan musik dibuat menggunakan templat.
Cara melaporkan dugaan musik AI di Spotify
Bagi pengguna yang menduga menemukan lagu buatan AI di Spotify, tersedia jalur pelaporan melalui Pusat Keamanan dan Privasi Spotify. Meski tidak ada opsi khusus “laporkan AI”, pengguna dapat memilih kategori “konten menipu” (deceptive content).
Untuk artis, Spotify juga menyediakan proses pelaporan dugaan peniruan identitas melalui mekanisme ketidakcocokan konten.
Selain itu, terdapat pula situs pihak ketiga yang disebut dapat membantu memeriksa apakah sebuah lagu dihasilkan AI, seperti DeepMatch, letssubmit.com, dan Find AI Voice. Namun, layanan tersebut umumnya meminta pengguna mengunggah file MP3 dari lagu yang ingin diperiksa.

