BERITA TERKINI
Tren “Alone But Not Lonely”: Gen Z Kian Nyaman Menikmati Waktu Sendiri di Ruang Publik

Tren “Alone But Not Lonely”: Gen Z Kian Nyaman Menikmati Waktu Sendiri di Ruang Publik

BANDUNG — Generasi Z kian nyaman menghabiskan waktu sendirian di ruang publik. Aktivitas yang dulu kerap dianggap canggung, seperti duduk sendiri di kafe, membaca buku di perpustakaan kampus, menonton film di bioskop, hingga mengunjungi museum tanpa teman, kini dijalani dengan lebih percaya diri. Kebiasaan ini populer disebut “Alone But Not Lonely”, yang menggambarkan perubahan cara anak muda memaknai kebahagiaan.

Jika pada masa lalu makan atau menonton film sendirian sering dipandang memalukan, kini banyak anak muda menilainya sebagai hal yang wajar, bahkan dianggap keren. Media sosial turut mempercepat penyebaran tren tersebut melalui beragam konten seperti vlog solo movie, self-date, hingga solo trip. Tagar seperti #selfdate dan #mainsendiri pun semakin sering muncul di linimasa.

Tren ini menunjukkan pergeseran makna kebahagiaan di kalangan Gen Z. Bila sebelumnya kebahagiaan kerap diukur dari banyaknya teman atau intensitas kegiatan sosial, kini sebagian anak muda lebih menekankan kenyamanan bersama diri sendiri. Sejumlah faktor disebut ikut mendorong pilihan ini, mulai dari kelelahan sosial akibat interaksi digital, meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, hingga kebutuhan untuk beristirahat secara emosional.

Perkembangan teknologi juga dinilai mendukung aktivitas solo tersebut. Anak muda dapat memesan tiket bioskop secara daring, membaca e-book, menulis jurnal digital, hingga memesan makanan melalui aplikasi. Kemudahan ini membuat waktu sendiri dapat dinikmati secara praktis, sekaligus menjadi jeda sebelum kembali bersosialisasi.

Survei informal di sejumlah forum kampus pada 2025 turut menunjukkan bahwa banyak mahasiswa memandang waktu sendiri sebagai tanda kedewasaan emosional. Karena itu, sebagian mulai menjadwalkan aktivitas pribadi, seperti minum kopi sendirian, berjalan santai, membaca buku, atau menulis jurnal sebagai bagian dari perawatan diri.

Lebih jauh, aktivitas sederhana tersebut disebut membantu generasi muda keluar dari tekanan perbandingan digital. Di tengah kehidupan yang serba cepat, kemampuan menikmati kesendirian berkembang sebagai bentuk kecerdasan emosional baru. Mereka yang nyaman dengan diri sendiri dinilai cenderung lebih mandiri, tenang, dan stabil secara emosional.

Pada akhirnya, tren “Sendiri Tapi Tidak Kesepian” tidak hanya dipandang sebagai gaya hidup. Kebiasaan ini mencerminkan cara baru generasi muda merawat diri, menjaga kesehatan mental, dan mencari keseimbangan hidup di era modern.