BERITA TERKINI
"True Concert - Love for the Land" tayang di VTV, mengangkat tema kedekatan manusia dengan tanah

"True Concert - Love for the Land" tayang di VTV, mengangkat tema kedekatan manusia dengan tanah

Program musik spesial True Concert - Love for the Land akan disiarkan di VTV. Melanjutkan perjalanan “True Concert” yang sebelumnya mengangkat tema “Air” (2019) dan “Suara Alam” (2021), edisi kali ini memilih “tanah” sebagai inspirasi utama, dengan penekanan pada emosi manusia—dari kenangan dan keterikatan pada tanah air hingga rasa damai yang lahir dari hal-hal sederhana dalam keseharian.

Konser ini dirancang dengan arahan panggung yang menonjolkan efek visual, namun tetap menjaga ritme emosional yang lembut dan terkendali. Struktur program dibagi menjadi lima bagian: “Ladang,” “Bunga dan Buah,” “Air,” “Hutan,” dan “Cinta untuk Tanah.” Kelima segmen itu dihubungkan oleh musik, cahaya, gambar, serta pergerakan panggung untuk membangun aliran emosi yang berkesinambungan.

Sutradara Cao Trung Hieu menyampaikan bahwa ia merasa beruntung dapat terus menjadi bagian dari tim kreatif True Concert selama beberapa musim. Setelah dua musim konser sebelumnya dan jeda panjang akibat pandemi Covid-19, kembalinya program ini disebutnya memiliki makna tersendiri karena mengingatkan publik untuk menghargai tempat berpijak—tanah sebagai fondasi kehidupan. Bagi Hieu, judul “Cinta untuk Tanah” juga memunculkan rasa perlindungan dan kelembutan, seperti Ibu Alam yang merangkul manusia.

Sejumlah visual terkait embun, bunga, hutan, dan akar dihadirkan untuk menyampaikan pesan syukur dan penghargaan terhadap alam. Selain pertunjukan musik dan tari, tim produksi juga memadukan teknologi serta efek modern di ruang Teater Ho Guom, seperti proyeksi pemetaan dan layar LED interaktif, untuk memperkaya pengalaman penonton.

Komposer Tran Thanh Phuong memberi warna tersendiri melalui perpaduan musik rakyat dan lagu-lagu modern, sehingga melodi yang familiar mendapat interpretasi baru lewat penampilan para seniman. Dalam konsep musikalnya, orkestra simfoni digunakan untuk membangkitkan keluasan dan keagungan alam, jazz menghadirkan rasa kebebasan dan improvisasi, rock mengekspresikan kekuatan alam seperti badai dan gelombang besar, sementara musik akustik memberi nuansa intim yang menyiratkan kehangatan dan kedamaian.

Salah satu penampilan yang banyak diperbincangkan penonton adalah lagu “Selamanya Mengandalkanmu” karya penulis Thuong Tam Dieu Hue yang dibawakan Pia Linh dan Oplus. Komposer Thanh Phuong menjelaskan, lagu yang relatif baru itu dipilih karena emosi tulusnya, bernuansa meditatif, dan menghadirkan rasa kemurnian serta kedamaian. Dalam aransemen, tim juga memasukkan suara alam seperti kicau burung dan angin untuk membangun suasana yang selaras dengan semangat program.

Pia Linh mengaku sangat terharu saat pertama kali membawakan lagu tersebut di panggung bersama Oplus. Ia menilai liriknya indah dan berbicara tentang upaya memupuk kedamaian batin, sekaligus mengingatkan orang untuk melambat dan memberi waktu pada hal-hal yang dianggap penting dalam hidup.

True Concert 2026 - Love for the Land mempertemukan seniman lintas generasi dengan ragam gaya musik, di antaranya Bao Yen, Phan Manh Quynh, Thuy Chi, Nguyen Hung, Oplus, Ha An Huy, Pia Linh, dan Marzuz. Program ini ditujukan untuk membangun hubungan alami antargenerasi dalam satu ruang musik, dengan tiap seniman tetap mempertahankan karakter masing-masing.

Phan Manh Quynh, yang membawakan “Sunflower” dan “From Then On,” menyatakan keterkaitannya dengan semangat konser karena musiknya kerap dipenuhi gambaran alam, kenangan, dan emosi kehidupan. Dalam rangkaian konser, Marzuz tampil dengan “Deep Water,” sementara Ha An Huy dan Thuy Chi berkolaborasi lewat mashup “Sitting Leaning Against the Boat's Edge - The One Who Stays, The One Who Leaves.”

Penampilan Bao Yen melalui lagu “Cinta Antara Pohon dan Bumi” disebut menjadi salah satu sorotan artistik dan emosional. Momen ini turut menegaskan bahwa konser tersebut tidak hanya berkisah tentang cinta pada alam, tetapi juga memunculkan kesinambungan kenangan, emosi, dan nilai yang diwariskan antargenerasi.

Kolonel sekaligus penulis Duong Binh Nguyen menilai program ini tidak berusaha menciptakan tontonan berlebihan, melainkan memilih kelembutan. Ia melihat arah artistik konser yang terkendali dan halus menempatkan alam sebagai pusat emosi, serta membawa pesan budaya dan humanistik tentang hubungan manusia dengan tanah, lingkungan, dan nilai-nilai keberlanjutan.

Dengan investasi pada konten, pementasan, dan arahan artistik yang konsisten, True Concert 2026 - Love for the Land diposisikan sebagai pertunjukan yang merajut keterhubungan manusia dengan alam, kenangan, dan nilai-nilai kehidupan.