Komandan Militer Tertinggi Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, menyatakan Rusia mulai meningkatkan produksi senjata serang dan rudal, termasuk drone, di tengah meningkatnya intensitas operasi militer di lapangan.
Dalam pernyataannya kepada media daring lb.ua pada Minggu (18/1/2026), Syrskyi mengatakan pihaknya mencatat kenaikan intensitas aksi militer yang dilakukan Rusia. Ia menyebut peningkatan itu terlihat dari bertambahnya jumlah kelompok ofensif, serta meningkatnya produksi senjata serang, rudal, dan drone.
“Sebaliknya, kita melihat peningkatan intensitas aksi militer, peningkatan jumlah kelompok musuh yang ofensif, peningkatan produksi senjata serang, rudal, dan drone,” kata Syrskyi.
Syrskyi juga menyebut Rusia saat ini memproduksi sekitar 404 unit drone Shahed per hari. Menurutnya, Rusia berencana menaikkan produksi secara signifikan hingga sekitar 1.000 unit per hari.
“Saat ini, musuh memproduksi 404 drone 'Shahed' (drone rancangan Iran) berbagai jenis setiap hari. Dan rencananya adalah untuk meningkatkan jumlah tersebut. Musuh berencana untuk meningkatkan produksi secara signifikan, hingga 1.000 drone per hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syrskyi menegaskan Ukraina perlu menggagalkan rencana peningkatan produksi senjata Rusia agar dapat membuka jalan menuju perundingan. Ia juga memuji serangan mendalam Ukraina yang disebutnya telah menghantam ratusan target dan menimbulkan kerugian besar, seiring kemampuan produksi drone Ukraina yang terus berkembang.

