BERITA TERKINI
Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” Sal Priadi Tembus #1 Trending YouTube, Angkat Kisah Sunyi Sopir Truk

Video Musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” Sal Priadi Tembus #1 Trending YouTube, Angkat Kisah Sunyi Sopir Truk

Video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” dari Sal Priadi melesat ke posisi #1 Trending YouTube Indonesia dalam 72 jam setelah dirilis pada 11 Maret 2026. Video berdurasi 8 menit 9 detik itu telah ditonton lebih dari satu juta kali dalam tiga hari pertama, sekaligus menjadi penanda penutup era album kedua Sal Priadi, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF).

Meski video musiknya baru dirilis, lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” bukan materi baru. Sejak hadir di album MASPF yang dirilis pada 2024, lagu ini telah diputar lebih dari 90 juta kali di berbagai platform streaming, termasuk lebih dari 55 juta pemutaran di Spotify, serta puluhan juta penayangan di YouTube melalui versi audio maupun video lirik.

Bagi Sal Priadi, perilisan video musik ini memiliki makna simbolis sebagai penutup perjalanan kreatif yang dibangun selama beberapa tahun terakhir. “Saya harap karya ini dapat menjadi titik pengharapan terbaik untuk bertolak ke titik-titik perjalanan selanjutnya,” kata Sal Priadi.

Disutradarai Bernardus Raka, video musik tersebut memilih pendekatan sinematik dengan menempatkan cerita sebagai pusat. Alih-alih menonjolkan penampilan Sal Priadi, narasi mengikuti kehidupan seorang ayah yang bekerja sebagai pengemudi truk—sosok yang bergulat dengan jarak dan waktu yang memisahkannya dari keluarga. Sepanjang video, penonton diajak menyaksikan potret yang sunyi, dipenuhi penyesalan, namun tetap menyisakan harapan untuk kembali dekat dengan orang-orang yang dicintai.

Pendekatan cerita itu disebut tidak dimaksudkan sebagai tafsir tunggal atas lagu, melainkan sebagai pintu bagi pengalaman personal penonton. Sal Priadi juga mengaku keterlibatannya dalam produksi visual sangat minim. “Kehadiranku sangat minim di proses ini, hampir tidak ada. Apresiasi tertinggi harus ditujukan kepada Bernardus Raka dan seluruh filmmaker yang terlibat,” ujarnya.

Dari sisi musikal, kekuatan lagu ini kembali bertumpu pada lirik Sal Priadi yang puitis dan intim. “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” menggambarkan momen sederhana namun emosional: doa sebelum tidur yang menyebut nama orang terkasih. Liriknya juga memuat upaya memaafkan dan berdamai dengan masa lalu, bahkan ketika hati digambarkan “dihancurkan menjadi berkeping-keping”.

Video musik “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” menjadi video musik resmi keempat dari album MASPF, setelah “Semua Lagu Cinta”, “Dari Planet Lain”, dan “Gala Bunga Matahari”. Album MASPF berisi 15 lagu yang merangkai beragam episode kehidupan—dari cinta, keluarga, hingga kehilangan—dalam satu alur emosional.

Meski diposisikan sebagai penutup era MASPF, Sal Priadi mengisyaratkan langkah berikutnya sudah disiapkan. “Meski belum genap dua tahun dari peluncuran album MASPF, saya sudah siap menyambut album studio ketiga. Ada kisah-kisah yang terus mengetuk sejak lama, dan ingin sekali saya bagikan kepada banyak orang,” tutupnya.

Capaian trending YouTube serta jumlah pemutaran yang besar memperlihatkan bagaimana karya yang berangkat dari refleksi personal dapat menjangkau emosi publik. Seperti judulnya, lagu ini kembali pada satu momen yang sederhana: doa di penghujung malam, yang menyisakan ruang bagi nama seseorang yang tetap hadir dalam ingatan.