Jakarta — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menilai kehadiran penyanyi perempuan di industri musik Indonesia semakin kuat, seiring perubahan lanskap musik di era digital. Menurut Irene, kemampuan vokal saja tidak lagi cukup untuk membuat seorang penyanyi bertahan dan berkembang.
Ia mengatakan industri musik kini mencari talenta yang memiliki identitas jelas, komunitas penggemar, serta relevansi di ruang digital. Faktor-faktor tersebut, menurutnya, menjadi penentu keberlanjutan karier seorang musisi.
“Hari ini industri musik tidak hanya mencari penyanyi dengan kemampuan vokal yang baik, tetapi juga sosok yang memiliki identitas, komunitas penggemar, dan relevansi di era digital. Hal itulah yang membuat seorang talenta mampu bertahan dan terus berkembang,” kata Irene Umar dalam keterangan resmi, Kamis, 28 Mei 2026.
Irene juga menyoroti perubahan peran ajang pencarian bakat yang dinilainya telah bertransformasi menjadi wadah regenerasi figur baru di dunia hiburan. Ajang semacam itu, menurutnya, memberi ruang bagi talenta untuk berkembang di berbagai platform, mulai dari industri rekaman, seni pertunjukan, produksi konten digital, hingga kerja sama komersial, yang pada akhirnya ikut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Sejalan dengan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan subsektor musik sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui program peningkatan kualitas talenta, pembukaan jaringan industri, serta penguatan ekonomi kreatif.
Dalam keterangannya, Irene mencontohkan Indonesian Idol sebagai representasi ajang pencarian bakat yang menunjukkan musisi muda lokal memiliki kompetensi dan keunikan untuk bersaing di panggung hiburan global yang terus bergerak dinamis.
Irene turut menyinggung grand final Indonesian Idol 2026 yang menampilkan Celyna Grace dan Niki Becker. Ia menilai penampilan keduanya mencerminkan ketatnya persaingan industri musik nasional, baik dari sisi teknik vokal, aksi panggung, maupun kemampuan memikat penonton.
“Yang paling menarik adalah semangat girl power yang ditunjukkan keduanya. Suara mereka kuat, penuh karakter, dan mampu memberikan energi yang menginspirasi. Mereka bukan sekadar berkompetisi, tetapi juga saling melengkapi satu sama lain,” ujar Irene.
Menurut Irene, kehadiran dua kontestan perempuan di puncak ajang tersebut menjadi indikasi bahwa industri hiburan nasional menyediakan ruang yang kian luas bagi talenta perempuan muda untuk tampil dan berkembang.