Penyanyi Y Dzăng Arul menerima undangan untuk tampil dalam “Gala Musik dan Kopi” yang digelar dalam rangka Festival “Merayakan Kopi dan Teh Vietnam” ke-4 tahun 2026. Acara yang diselenggarakan Surat Kabar Nguoi Lao Dong itu dijadwalkan berlangsung pada 4–5 April di Pusat Perbelanjaan Gigamall, Kota Ho Chi Minh.
Y Dzăng Arul menyebut kesempatan tersebut sebagai momen istimewa untuk mendekatkan musik pegunungan dan hutan kepada penonton perkotaan. Ia dikenal memiliki karakter vokal serak, hangat, kuat, dan emosional, yang lekat dengan warna musik Dataran Tinggi Tengah.
Lahir dan besar di wilayah tanah basalt merah, perjalanan musikal Y Dzăng Arul berawal dari lagu-lagu rakyat suku Êđê dan bunyi gong yang kerap hadir dalam festival tradisional. Sejumlah lagu yang dikaitkan dengan namanya berakar kuat pada tema dataran tinggi, di antaranya “Mimpi Chapi” dan “Kopi Ban Mê”, serta berbagai komposisi lain tentang pegunungan dan hutan Tây Nguyên.
Sejumlah penonton menilai penampilannya tidak hanya menghadirkan melodi, tetapi juga membawa suasana budaya yang menyertai setiap lagu. Dalam berbagai panggung—mulai dari program seni lokal hingga acara budaya berskala besar di banyak provinsi dan kota—ia konsisten membawa semangat musik Dataran Tinggi Tengah.
Y Dzăng Arul mengatakan setiap perjalanan tampil menjadi pengalaman yang berkesan. Ia menuturkan, ada penonton dari wilayah Utara atau Barat yang belum pernah mengunjungi Dataran Tinggi Tengah, namun merasa tersentuh ketika mendengar lagu-lagu tentang dataran tinggi. Menurutnya, respons itu membuat ia semakin menghargai pekerjaannya.
Dalam atmosfer “Gala Musik dan Kopi”, ketika aroma kopi berpadu dengan musik, Y Dzăng Arul menilai suaranya dapat menghadirkan warna khas pegunungan dan hutan yang memperkaya program seni dalam rangkaian festival tersebut. Ia juga menyoroti Kontes Menulis “Kesan tentang Kopi dan Teh Vietnam” yang diselenggarakan Surat Kabar Nguoi Lao Dong. Menurutnya, kontes itu memberi ruang bagi masyarakat untuk berbagi kenangan tentang kopi dan teh, sekaligus berkontribusi menyebarkan nilai budaya kopi dan teh Vietnam di dalam negeri maupun internasional.
Y Dzăng Arul turut menyampaikan penghormatannya kepada komponis Nguyễn Cường, yang ia sebut sebagai sosok pencerita istimewa tentang Dataran Tinggi Tengah melalui musik. Ia mengatakan karya-karya Nguyễn Cường tentang kopi, pegunungan, hutan, dan masyarakat dataran tinggi telah menginspirasi banyak penyanyi. Saat menyanyikan lagu-lagu tersebut, ia merasa seperti menyuarakan tanah kelahirannya.
Dalam rangkaian “Gala Musik dan Kopi” ini, juga muncul harapan akan kejutan berupa kehadiran musisi Nguyễn Cường. Karya-karya sang komponis dinilai telah membantu mendekatkan citra Dataran Tinggi Tengah kepada masyarakat di seluruh negeri.
Di sisi lain, Y Dzăng Arul menyampaikan kebanggaannya ketika seluruh negeri menantikan hari pemilihan. Ia menyebut pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16 dan anggota Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk periode 2026–2031 sebagai peristiwa besar dalam kehidupan politik dan sosial. Sebagai putra Dataran Tinggi Tengah, ia mengaku senang dapat menyumbangkan nyanyiannya untuk menceritakan kisah rakyat Vietnam dan menyebarkan cinta kepada tanah air.
Mengenang perjalanan seninya, ia mengatakan hal yang paling ia hargai adalah kasih sayang penonton. Ia mengaku telah bernyanyi di banyak tempat, dari festival budaya hingga program pertukaran dengan mahasiswa di universitas-universitas. Setiap kali naik panggung dan melihat penonton mendengarkan serta bersorak, ia merasakan semangat yang menjadi motivasi untuk terus melanjutkan perjalanan musiknya.
Untuk tahun 2026, Y Dzăng Arul menyatakan rencana mengerjakan proyek musik bernuansa Dataran Tinggi Tengah, sembari berupaya berinovasi dalam gaya penampilan agar tetap relevan bagi penonton muda. Ia juga menyebut kehidupan keluarganya yang damai sebagai dukungan penting: sepulang dari tur, ia merasa kembali berenergi untuk melanjutkan karier dan ingin semakin mendedikasikan diri pada musik.
Di tengah hiruk-pikuk kota, penampilan Y Dzăng Arul disebut membawa suasana seperti semilir angin dari pegunungan—mengingatkan bahwa di balik secangkir kopi Vietnam, ada jejak tanah merah, matahari dan angin, serta masyarakat yang lekat dengan dataran tinggi. Dalam festival tersebut, penonton diharapkan tidak hanya mendengar melodi, tetapi juga merasakan ruang budaya yang beresonansi secara mendalam.

